Kerja Sama Inggris-Indonesia: Memperkuat Komitmen dalam Menghadapi Krisis Iklim

Redaksi RuangInfo

Pemerintah Inggris dan Indonesia telah mencapai kesepakatan penting untuk memperkuat kolaborasi dalam menghadapi krisis iklim. Salah satu langkah konkret yang diambil adalah mempercepat pencairan dana melalui Kemitraan Transisi Energi Berkeadilan (JETP). Kesepakatan ini terungkap setelah pertemuan antara Presiden RI Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, bertepatan dengan peringatan 75 tahun hubungan bilateral antara kedua negara.

Dalam peringatan ini, kedua negara sepakat untuk memperkuat dan merevitalisasi hubungan mereka melalui Kemitraan Strategis baru yang lebih mendalam untuk tahun-tahun mendatang.

“Kami berkomitmen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan ingin melihat perdagangan bilateral kami tumbuh ke tingkat yang sepadan dengan ukuran ekonomi kami. Kami berbagi pemahaman tentang ketidakpastian dalam politik global saat ini dan sepakat untuk bekerja sama lebih erat untuk mengatasi tantangan global,”.

Kedua negara berkomitmen untuk memimpin dengan memberikan contoh dalam mengupayakan transisi energi yang adil dan merata. Langkah ini mencakup pengurangan emisi karbon sambil melindungi lingkungan alam dan memastikan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. Dalam upaya mengatasi krisis iklim, Inggris dan Indonesia sepakat untuk menekankan komitmen mereka dalam menjaga target suhu 1,5 derajat Celsius, termasuk melalui penyerahan Kontribusi Nasional yang Ditentukan (NDC) pada Februari 2025.

Selain itu, kedua negara juga berkomitmen untuk mempercepat pencarian dana melalui Kemitraan Transisi Energi Berkeadilan (JETP) guna memastikan kontribusi positif terhadap target Net-Zero Indonesia. Indonesia menyambut baik dukungan Inggris untuk transisi hijau di tanah air.

Kedua negara berharap dapat memperdalam kerja sama di bidang infrastruktur berkelanjutan, dengan berlandaskan pada rekam jejak pemanfaatan infrastruktur hijau demi mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan. Kesepakatan ini mencakup dialog kebijakan tingkat tinggi mengenai desain dan implementasi penetapan harga karbon untuk mendukung pengembangan pasar pendanaan karbon di Indonesia dan mendorong transisi hijau.

“Kami menegaskan kembali pentingnya kemitraan kami dalam melindungi hutan dan memerangi degradasi laut, baik untuk mengurangi emisi dan melindungi lingkungan, serta mendukung mata pencaharian,” tulis pernyataan tersebut.

Lebih lanjut, kedua negara juga menegaskan kembali komitmen mereka untuk mempercepat pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, termasuk dalam hal manajemen risiko bencana, ekonomi rendah karbon, dan mempersempit kesenjangan di bidang digital dan teknologi.

Dengan langkah-langkah ini, Inggris dan Indonesia menunjukkan komitmen kuat mereka untuk bekerja sama dalam menghadapi tantangan global yang mendesak, sambil memastikan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif.

Share This Article
Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *