Konsumsi gula yang berlebihan pada anak-anak dapat memicu ketergantungan, sebuah kondisi yang meresahkan bagi banyak orang tua. Para pakar kesehatan anak menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap asupan gula untuk mencegah ketergantungan dan berbagai masalah kesehatan lainnya.
Gula memang dibutuhkan tubuh sebagai sumber energi. Namun, ketika dikonsumsi dalam jumlah berlebihan, gula dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan. Ahli dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Siska Mayasari Lubis, menjelaskan bahwa kecanduan gula dapat menimbulkan perilaku yang mirip dengan kecanduan zat lainnya, seperti makan berlebihan, gejala putus zat, dan keinginan yang kuat untuk terus mengonsumsi gula.
Setelah dikonsumsi, gula dalam darah akan mencapai otak dan merangsang reseptor dopamin serta opioid. Proses ini dapat memicu perilaku ketergantungan jika konsumsi gula dilakukan secara berulang dan berlebihan. Siska menambahkan bahwa konsentrasi gula yang tinggi dapat mengurangi kemampuan regulasi pada anak, yang berpotensi mengganggu perkembangan mereka.
Selain mempengaruhi otak, konsumsi gula berlebihan juga berdampak pada sistem pencernaan. Tubuh merespons peningkatan gula darah dengan melepaskan hormon insulin, yang kemudian menurunkan kadar gula darah dengan cepat. “Gula darah yang meningkat cepat diikuti dengan pelepasan insulin, lalu gula darah turun dengan cepat, memunculkan rasa ingin makan lagi,” jelas Siska.
Kebiasaan makan orang tua, ketersediaan makanan di rumah, dan pilihan makanan untuk anak sangat mempengaruhi konsumsi gula pada anak. Oleh karena itu, orang tua perlu membiasakan diri untuk memeriksa kadar gula dalam makanan, terutama makanan kemasan. Siska menekankan pentingnya membaca tabel informasi nutrisi pada kemasan untuk mengetahui kandungan gula.
Mengontrol konsumsi gula pada anak adalah langkah penting untuk mencegah adiksi dan masalah kesehatan lainnya. Dengan memahami dampak gula pada otak dan sistem pencernaan, serta mewaspadai gula tersembunyi dalam makanan, orang tua dapat membantu anak-anak mereka menjalani gaya hidup yang lebih sehat.





