Menghadapi Batu Ginjal: Panduan dan Gejala yang Perlu Diketahui

Redaksi RuangInfo

 Dokter spesialis urologi, Alberth Ivan Parasian, mengungkapkan bahwa batu ginjal adalah kondisi di mana kristal senyawa kimia terbentuk dalam urine. Kristal ini dapat berasal dari mineral seperti kalsium, asam oksalat, atau asam urat. Untuk mengurangi risiko terbentuknya batu ginjal, Alberth menekankan pentingnya menjaga pola makan dan memastikan asupan air putih minimal 1,5 liter per hari.

Dalam hal asupan makanan, Alberth menyarankan untuk membatasi konsumsi makanan tinggi gula dan garam serta makanan olahan. “Asupan makanan dan minuman memiliki pengaruh besar dalam pembentukan batu ginjal. Jangan biarkan gaya hidup dan pola makan yang buruk menyebabkan batu ginjal,” ujar Alberth yang berpraktik di Eka Hospital Permata Hijau.

Menjaga berat badan ideal juga penting, serta mengonsumsi makanan alami yang tinggi kalsium, bukan dari suplemen. “Konsumsi buah dan sayur seperti jeruk, lemon, jeruk bali, dan sayuran hijau sangat baik untuk mencegah batu ginjal,” tambahnya mengutip Antara.

Jika terdiagnosis batu ginjal, biasanya batu tersebut dapat keluar dengan sendirinya melalui urine, meskipun prosesnya bisa sangat menyakitkan. Operasi mungkin diperlukan untuk batu yang berukuran besar di saluran kemih, termasuk ginjal. Batu ginjal tidak selalu menimbulkan gejala, namun gejala akan muncul ketika batu mulai bergerak di saluran kencing.

Batu ginjal yang kecil sekalipun dapat menyebabkan rasa sakit, terutama di punggung bawah sebelah kanan atau kiri. Jika batu menyumbat saluran kencing, gejala terkait masalah buang air kecil mungkin akan dirasakan.

Beberapa tanda batu ginjal meliputi rasa sakit hebat dan tajam di pinggang, punggung bawah, atau di bawah rusuk. Rasa sakit ini bisa menjalar ke perut bagian bawah dan selangkangan, serta bisa hilang dan timbul. Tanda lainnya termasuk sensasi terbakar atau sakit saat buang air kecil (anyang-anyangan), urine berwarna merah muda, kemerahan, atau cokelat, urine keruh dan berbau tidak sedap, serta sensasi buang air kecil yang tidak puas dan sering ingin buang air kecil.

Gejala lain yang mungkin muncul adalah mual, muntah, demam, dan menggigil jika batu ginjal menyebabkan infeksi. “Batu yang bergerak ke saluran kencing lainnya bisa menyumbat dan menyebabkan peradangan yang mengakibatkan demam. Segera periksakan kondisi jika gejala disertai demam,” jelas Alberth.

Alberth Ivan Parasian menambahkan bahwa batu ginjal sering kali dapat sembuh dengan pengobatan yang tepat. Dalam beberapa kasus, batu ginjal bisa keluar dengan sendirinya tanpa operasi, terutama untuk batu yang berukuran kecil dan pasien yang banyak minum. Batu yang berukuran kurang dari empat milimeter dapat keluar dalam 1-2 minggu. Namun, batu ginjal yang lebih besar mungkin memerlukan waktu 2-3 minggu untuk benar-benar hilang dan mungkin memerlukan penanganan dengan obat-obatan atau prosedur khusus.

Tanpa pengobatan yang tepat, batu ginjal dapat menyebabkan komplikasi seperti sumbatan yang menyebabkan urine kembali ke ginjal dan menyebabkan ginjal bengkak. Komplikasi lainnya termasuk infeksi ginjal, gagal ginjal akut, infeksi saluran kencing berulang, dan penyakit ginjal kronis.

“Jika mengalami sakit di bagian pinggang atau punggung bawah, disertai dengan rasa sakit saat buang air kecil, segera berkonsultasi dengan dokter spesialis urologi,” tutup Alberth.

TAGGED:
Share This Article
Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *