Polri telah menyiapkan 2.486 personel untuk mengamankan acara Reuni Akbar 212 yang akan berlangsung di Monas, Jakarta Pusat, pada hari Senin, 2 Desember. Pengamanan ini melibatkan personel gabungan dari Polda Metro Jaya, Kodam Jaya, dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, dalam keterangan tertulisnya pada Minggu, 1 Desember, menyatakan bahwa kekuatan personel pengamanan mencapai 2.486 orang. Ia menegaskan bahwa personel gabungan ini akan melaksanakan pengamanan secara terpadu dengan mengedepankan pendekatan preemtif dan preventif untuk memastikan situasi tetap kondusif.
Susatyo menekankan bahwa petugas pengamanan tidak akan dilengkapi dengan senjata api. Ia juga mengingatkan para personel yang bertugas untuk melayani masyarakat dengan sikap humanis dan profesional. Hal ini dilakukan untuk menjaga suasana yang damai dan tertib selama acara berlangsung.
Sehubungan dengan acara ini, rekayasa lalu lintas di sekitar Monas akan diberlakukan secara situasional. Susatyo mengimbau para pengguna jalan yang akan melintas di sekitar Monas untuk mencari jalur alternatif guna menghindari kemacetan.
“Rekayasa lalu lintas bersifat situasional di lapangan,” ujarnya.
Ia juga mengajak semua pihak untuk menyampaikan aspirasi dengan cara yang sejuk dan damai, serta menghindari ujaran kebencian dan provokasi yang dapat mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.
Reuni 212 yang digelar di Monas, Jakarta Pusat, diperkirakan akan dihadiri oleh puluhan ribu orang. Sekretaris Majlis Syuro PA 212, Slamet Maarif, menyatakan bahwa panitia telah mengundang sejumlah tokoh penting, termasuk Presiden Prabowo Subianto, Ketua Umum MUI Anwar Iskandar, dan pimpinan organisasi masyarakat lainnya. Bahkan, Rizieq Shihab dijadwalkan akan hadir dalam acara ini.
Ketua Pelaksana Reuni 212, Ahmad Shobri Lubis, dalam keterangannya menyebutkan bahwa acara ini akan berlangsung di Silang Monas pada hari Senin, 2 Desember 2024, mulai pukul 02.00 hingga 08.00 WIB. Ia mengundang para alumni dan simpatisan 212, serta umat Muslim dan rakyat Indonesia secara umum, untuk hadir dan berpartisipasi dalam acara tersebut.
Dengan persiapan pengamanan yang matang dan pendekatan yang humanis, diharapkan Reuni Akbar 212 dapat berlangsung dengan aman dan damai, serta menjadi ajang silaturahmi yang bermanfaat bagi semua pihak yang terlibat.





