Dalam pekan terakhir, jagat olahraga Indonesia digemparkan oleh kabar besar dari Hendra Setiawan, salah satu maestro bulutangkis putra yang paling disegani. Hendra Setiawan mengumumkan bahwa ia akan mengundurkan diri dari dunia bulutangkis pada tahun depan. Keputusan ini menandai akhir dari perjalanan panjang dan cemerlangnya di arena bulutangkis.
Hendra Setiawan, yang kini menginjak usia 40 tahun, menyampaikan pengumuman ini melalui akun Instagram pribadinya. Dalam pesannya, ia mengungkapkan bahwa setelah 35 tahun berkecimpung di dunia bulutangkis, saat ini adalah waktu yang tepat baginya untuk mengakhiri karier sebagai atlet profesional.
“Dalam 35 tahun terakhir, saya telah mengabdikan diri di dunia bulutangkis. Saya merasa sekarang adalah saat yang tepat untuk mengumumkan bahwa saya akan mengakhiri karier saya sebagai atlet bulutangkis,” tulis Hendra dalam unggahannya.
Turnamen Daihatsu Indonesia Masters akan menjadi panggung terakhir bagi Hendra Setiawan untuk menunjukkan kebolehannya di lapangan sebelum resmi menggantung raket. Keputusan ini tentu menjadi momen emosional bagi para penggemar bulutangkis yang telah mengikuti perjalanan kariernya selama ini.
Sementara itu, kabar menggembirakan datang dari Timnas Putri Indonesia yang berhasil meraih gelar juara Piala AFF Wanita 2024. Timnas Putri Indonesia menunjukkan performa gemilang dengan mengalahkan Kamboja 3-1 dalam laga final yang berlangsung di Vientiane pada Kamis (5/12).
Pada babak pertama, Timnas Putri Indonesia unggul 2-1 atas Kamboja. Gol pertama Indonesia dicetak oleh Reva Octaviani, diikuti oleh gol dari Sydney Hopper. Kamboja sempat menyamakan kedudukan melalui gol Hok Saody, namun dominasi Indonesia tidak terbendung.
Gol Reva Octaviani tercipta pada menit ke-19, berawal dari umpan matang Sydney Hopper ke arah tiang jauh. Reva yang berada di posisi tepat, berhasil menyambut bola dan mencetak gol dengan aksi yang memukau.
Kemenangan ini menambah catatan prestasi Timnas Putri Indonesia di kancah internasional, sekaligus menjadi kebanggaan bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Di sisi lain, dari dunia sepak bola Malaysia, Presiden Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM), Tan Sri Hamidin Mohd Amin, mengumumkan bahwa ia tidak akan mencalonkan diri kembali dalam kongres pemilihan Presiden FAM tahun depan. Keputusan ini disampaikan Hamidin dalam konferensi pers setelah Rapat Komite Eksekutif FAM masa jabatan 2021-2025 ke-13 di Wisma FAM, Rabu (4/12).
Hamidin menjelaskan bahwa keputusan ini diambil untuk memberikan kesempatan kepada anggota koalisi untuk memilih presiden baru pada kongres pemilihan yang dijadwalkan pada 15 Februari mendatang. Langkah ini diharapkan dapat membawa angin segar dan inovasi baru dalam kepemimpinan FAM.
Dengan berbagai dinamika yang terjadi dalam dunia olahraga, baik di Indonesia maupun Malaysia, para penggemar tentu menantikan perkembangan selanjutnya dan berharap akan lebih banyak prestasi yang diraih di masa depan.





