Di bawah langit Paris yang berkilauan, Presiden Prancis Emmanuel Macron menggelar pertemuan penting dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan Presiden terpilih Amerika Serikat Donald Trump pada Sabtu (7/12). Pertemuan ini berlangsung sebelum ketiganya menghadiri upacara pembukaan kembali Katedral Notre Dame, simbol kebangkitan setelah kebakaran hebat yang melanda pada tahun 2019.
Ini adalah pertemuan tatap muka pertama antara Zelensky dan Trump sejak kemenangan Trump dalam pemilihan presiden AS. Pertemuan ini memberikan kesempatan bagi Macron untuk menggali wawasan tentang bagaimana kebijakan luar negeri Trump akan terbentuk dalam masa jabatan keduanya yang akan dimulai pada Januari mendatang.
Meskipun ada riak ketegangan di masa lalu, Trump dan Macron menunjukkan kehangatan dalam pertemuan ini. Mereka berpelukan dan berjabat tangan beberapa kali di tangga Istana Elysee, menandakan hubungan yang lebih baik. Trump memuji hubungan mereka dengan mengatakan,
“Kami memiliki hubungan yang hebat seperti yang diketahui semua orang. Kami telah mencapai banyak hal.”
Dalam pertemuan tersebut, ketiga pemimpin diharapkan membahas berbagai isu penting, termasuk perang di Ukraina dan Timur Tengah, serta perdagangan internasional. Zelensky, yang bergabung dalam pembicaraan sekitar setengah jam kemudian, menilai pertemuan ini sebagai “baik dan produktif”. Ia menekankan pentingnya mengakhiri perang dengan cara yang adil.
Bagi Zelensky, pertemuan ini sangat penting mengingat kekhawatiran di Kyiv bahwa Trump mungkin akan mendesak Ukraina untuk membuat konsesi kepada Moskow. Trump sebelumnya mengklaim bahwa ia dapat mengakhiri perang Rusia di Ukraina dalam waktu 24 jam, yang menimbulkan spekulasi tentang pendekatannya terhadap konflik tersebut.
Macron, dalam reaksinya terhadap diskusi tersebut, menulis di media sosial:
“Mari kita lanjutkan upaya bersama kita untuk perdamaian dan keamanan.”
Sementara itu, Trump telah mengkritik miliaran dolar bantuan militer AS untuk Ukraina dan berbicara tentang penyelesaian cepat konflik.
Pertemuan ini juga menyoroti potensi perubahan dalam hubungan internasional, terutama antara Amerika Serikat dan sekutu Eropa. Dengan Trump yang kemungkinan akan mempererat hubungan dengan Israel, ada spekulasi bahwa kebijakan luar negeri AS dapat mengalami pergeseran signifikan.
Pertemuan tiga arah antara Macron, Zelensky, dan Trump di Paris menandai momen penting dalam diplomasi internasional. Dengan berbagai isu global yang dibahas, hasil dari pertemuan ini dapat mempengaruhi arah kebijakan luar negeri dan keamanan di masa depan. Sementara itu, dunia menantikan bagaimana ketiga pemimpin ini akan bekerja sama untuk mencapai perdamaian dan stabilitas di kawasan yang bergejolak.





