Pada senja hari Senin (16/12), wilayah Maluku Tengah diguncang oleh gempa bumi berkekuatan Magnitudo 5,6. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa gempa ini terjadi pada pukul 17:14 WIB. Titik pusat gempa terletak di koordinat 3.73 Lintang Selatan dan 129.26 Bujur Timur, tepatnya 58 kilometer di tenggara Maluku Tengah.
Melalui akun resminya, @BMKG, lembaga tersebut menegaskan bahwa gempa dengan kedalaman 10 kilometer ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
“Tidak berpotensi tsunami,” demikian pernyataan tegas dari BMKG. Hingga saat ini, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa atau kerugian material akibat gempa tersebut.
BMKG Kelas I Karang Panjang Ambon mencatat bahwa pusat gempa berada di laut, sekitar 47 kilometer barat daya Tehoru dan 54 kilometer timur Nusalaut, Kabupaten Maluku Tengah. Guncangan gempa ini cukup terasa di Amahai dengan skala intensitas III MMI, yang menunjukkan bahwa getaran dirasakan nyata di dalam rumah dan benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
Walaupun gempa ini tidak berpotensi tsunami, BMKG tetap mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti perkembangan informasi dari sumber resmi. Kesiapsiagaan dalam menghadapi gempa bumi sangat penting, terutama bagi masyarakat yang tinggal di daerah rawan gempa.
Pendidikan mengenai tindakan yang harus dilakukan saat terjadi gempa bumi perlu terus digalakkan. Simulasi gempa secara berkala dapat membantu masyarakat untuk lebih siap dan sigap dalam menghadapi situasi darurat. Dengan demikian, risiko cedera dan kerugian dapat diminimalisir.
Gempa bumi dengan Magnitudo 5,6 yang mengguncang Maluku Tengah pada Senin sore tidak menimbulkan ancaman tsunami. Meskipun demikian, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan selalu mengikuti arahan dari pihak berwenang. Edukasi dan kesiapsiagaan menjadi kunci dalam menghadapi bencana alam seperti gempa bumi. Dengan informasi yang akurat dan tindakan yang tepat, diharapkan dampak dari gempa bumi dapat diminimalisir.





