Sarwendah dan Ruben Onsu: Komitmen Bersama Demi Kebahagiaan Anak Pasca Perceraian

Redaksi RuangInfo

Sarwendah dan Ruben Onsu, meski telah resmi berpisah, tetap memperlihatkan dedikasi yang kokoh dalam mengasuh anak-anak mereka. Sarwendah menuturkan bahwa tidak ada aturan kaku yang diterapkan antara dirinya dan Ruben terkait pertemuan dengan anak-anak. Mereka sepakat untuk menjaga agar anak-anak tidak merasakan kehilangan sosok orang tua, dengan mengedepankan keluwesan dalam pengaturan waktu bertemu.

Dalam keseharian, Sarwendah dan Ruben masih berbagi peran dalam mengurus anak-anak. Ruben tetap menjalankan tugasnya dengan mengantar anak-anak ke sekolah, sementara Sarwendah bertugas menjemput mereka. 

“Tetap dijalankan kok [kewajibannya]. Ayahnya masih antar sekolah juga sampai sekarang, kalau jemput nanti aku gantian saja,” ungkap Sarwendah,

 menegaskan bahwa pembagian tugas ini dilakukan demi kebaikan anak-anak.

Sarwendah juga memberikan kebebasan kepada Ruben untuk bertemu dan bermain dengan anak-anak kapan saja. Ia menekankan pentingnya koordinasi agar tidak mengganggu jadwal anak-anak, seperti les atau kegiatan lainnya. 

“Bukan izin. Ayahnya itu paling tanya, ‘Mau jalan sama anak-anak hari ini, gimana?’ Nanti aku menjelaskan kalau memang harinya oke, enggak apa-apa,” jelas Sarwendah.

Perceraian Sarwendah dan Ruben Onsu disahkan secara verstek oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 24 September. Proses ini dimulai ketika Ruben menggugat cerai Sarwendah pada 11 Juni 2024, setelah belasan tahun pernikahan mereka yang dimulai pada 22 Oktober 2013. Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai dua anak kandung, Thalia dan Thania.

Selain Thalia dan Thania, keluarga ini juga diramaikan dengan kehadiran Betrand Peto, yang secara resmi menjadi anak Ruben dan Sarwendah baik secara adat maupun hukum pada 15 Oktober 2019. Kehadiran Betrand menambah dinamika dalam keluarga ini, yang tetap berusaha menjaga keharmonisan meski telah bercerai.

Sarwendah dan Ruben Onsu menunjukkan bahwa meskipun perceraian terjadi, komitmen untuk kebahagiaan dan kesejahteraan anak-anak tetap menjadi prioritas utama. Dengan pendekatan yang fleksibel dan saling mendukung, mereka berusaha menjaga agar anak-anak tetap merasakan kehadiran kedua orang tua dalam kehidupan mereka. Keputusan ini tidak hanya mencerminkan kedewasaan mereka sebagai orang tua, tetapi juga memberikan contoh positif bagi banyak keluarga lainnya.

Share This Article
Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *