Sejumlah bintang ternama dari Negeri Ginseng, seperti IU dan NewJeans, mendadak menjadi pusat perhatian setelah diduga menyuarakan dukungan terhadap pemakzulan Presiden Yoon Suk Yeol. Langkah ini memicu reaksi keras dari netizen yang cenderung berpihak pada politik konservatif di negara tersebut.
Menurut laporan dari CNA pada Jumat (20/12), kemarahan netizen tidak berhenti pada kritik di media sosial. Mereka mengambil langkah lebih jauh dengan melaporkan para selebritas ini ke Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (CIA). Tindakan ini menunjukkan betapa seriusnya situasi politik yang melibatkan figur publik di Korea Selatan.
Kontroversi ini bermula pada Selasa (17/12), ketika seorang pengguna anonim di portal DC Inside, sebuah forum populer di Korea Selatan, mengunggah daftar selebritas yang diduga mendukung pemakzulan Presiden Yoon. Unggahan ini dengan cepat menyebar dan memicu perdebatan sengit di kalangan netizen.
Tidak hanya berhenti pada unggahan, warganet tersebut juga mendorong pengguna lain untuk melaporkan para artis ini ke CIA. Langkah ini dianggap sebagai upaya untuk menekan selebritas yang dianggap terlibat dalam isu politik sensitif.
Reaksi publik terhadap dukungan selebritas ini beragam. Sementara beberapa mendukung kebebasan berekspresi para artis, yang lain menganggap tindakan mereka sebagai ancaman terhadap stabilitas politik. Situasi ini mencerminkan ketegangan politik yang semakin meningkat di Korea Selatan, di mana peran selebritas dalam isu-isu politik menjadi semakin signifikan.
Kontroversi ini menyoroti bagaimana selebritas dapat mempengaruhi opini publik dan politik di Korea Selatan. Dengan meningkatnya ketegangan politik, peran mereka dalam isu-isu nasional menjadi semakin penting dan sering kali kontroversial. Kejadian ini juga menunjukkan bagaimana media sosial dapat menjadi alat yang kuat dalam menyebarkan informasi dan memobilisasi opini publik, baik secara positif maupun negatif.





