Justin Baldoni, aktor sekaligus sutradara film “It Ends With Us,” harus menerima kenyataan pahit setelah agensinya, WME, memutuskan hubungan kerja dengannya. Keputusan ini diambil menyusul laporan dari Blake Lively yang menuduh Baldoni melakukan pelecehan seksual selama proses produksi film. Berdasarkan informasi dari Deadline, WME mengambil langkah ini pada 21 Desember, sehari setelah Lively mengajukan tuduhan sebelum gugatan hukum pada 20 Desember 2024.
Sementara itu, Page Six melaporkan bahwa WME masih tetap menaungi Blake Lively. Namun, hingga kini, baik WME maupun Baldoni belum memberikan pernyataan resmi terkait situasi ini. Blake Lively, yang juga membintangi film tersebut, menuduh Baldoni melakukan pelecehan seksual selama produksi, yang kemudian mengganggu perilisan drama romantis tersebut.
Aktris berusia 37 tahun ini mengajukan keluhan ke California Civil Rights Department beberapa bulan setelah munculnya rumor konflik di lokasi syuting. Lively mengutarakan 10 keluhan, yang sebagian besar menggambarkan lingkungan kerja yang tidak bersahabat. Tuduhan tersebut termasuk kecanduan pornografi yang dialami Baldoni, menunjukkan video dan gambar perempuan telanjang, serta pertanyaan yang tidak pantas mengenai alat kelamin pemain dan kru.
Selain itu, Lively juga menuduh Baldoni menyinggungnya soal berat badan, meminta tambahan adegan seksual, dan berkonspirasi untuk menjatuhkan reputasi istri Ryan Reynolds tersebut. Tuduhan ini menambah panjang daftar keluhan yang diajukan oleh Lively terhadap Baldoni.
Pengacara Justin Baldoni, Bryan Freedman, menanggapi tuduhan ini dengan menyatakan bahwa tuduhan tersebut sangat serius dan salah secara kategoris. Freedman mengatakan kepada Page Six bahwa
“sangat memalukan Nona Lively dan perwakilannya membuat tuduhan yang sepenuhnya salah, keterlaluan, dan cabul secara disengaja dengan maksud menyakiti publik dan mengulang narasi di media.”
Freedman juga mengungkapkan bahwa Baldoni telah menyewa manajer krisis karena adanya “banyak tuntutan dan ancaman” yang disebut dibuat oleh Lively. Menurut Freedman, keluhan Lively ini adalah upaya putus asa dari aktris tersebut untuk memperbaiki reputasi negatif yang ia tuai dari pernyataan dan tindakannya sendiri selama proses promosi film.
Kasus ini menambah daftar panjang kontroversi di industri hiburan, di mana tuduhan pelecehan seksual sering kali menjadi sorotan. Sementara proses hukum masih berjalan, publik menunggu perkembangan lebih lanjut dari kasus ini dan bagaimana hal ini akan mempengaruhi karier kedua bintang tersebut.





