Silaturahmi Tokoh Agama Banten: Sosialisasi Proyek PIK 2 untuk Kemajuan Daerah

Redaksi RuangInfo

Pada siang hari yang cerah, tepat pukul 12:30 WIB, sebuah pertemuan hangat antar tokoh agama berlangsung di Banten. Acara ini bertujuan untuk memperkenalkan proyek Pengembangan Industri dan Kawasan (PIK) 2. Hadir dalam acara tersebut Pembina Kenadiran Kesultanan H.Tb.Mudakir Hasan Fuad, H.Hashari Hamri, H.Muhamad Nurmutaqin, serta 61 tokoh agama dari berbagai daerah seperti Kabupaten Serang, Tangerang, Pandeglang, Lebak, dan Cilegon.

Pembina Kenadiran Kesultanan, H.Tb.Mudakir Hasan Hamri, menjelaskan kepada masyarakat Banten, khususnya para tokoh agama yang hadir, bahwa proyek PIK 2 ini memiliki izin resmi dan telah dianalisis oleh tenaga ahli. “Proyek ini dapat memberdayakan masyarakat yang menganggur dan memajukan Banten, karena industri yang akan dibangun akan menyerap ribuan tenaga kerja lokal,” ujarnya.

H. Tb. Mudakir Hasan Fuad menambahkan bahwa proyek ini memiliki niat baik, bahkan mendapat dukungan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang di dalamnya terdapat Ma’ruf Amin. “Apakah mungkin beliau yang seorang negarawan dan ulama akan menyesatkan?” ungkapnya, menekankan pentingnya tabayyun sebelum menolak proyek ini dan tidak termakan isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Abah, salah satu tokoh yang mengumpulkan para Kyai, bertujuan untuk mensosialisasikan proyek ini agar tidak terjadi kesalahpahaman. “Yang belum tahu supaya menjadi tahu, abah siap apapun resikonya demi kemajuan Banten yang kita cintai,” tegasnya.

H. Nur Mutaqin, sebagai narasumber tenaga ahli, turut memaparkan tentang proyek PIK 2 yang merupakan proyek strategis nasional (PSN) di Banten, khususnya di Pontang, Tirtayasa, dan Tanara. “Wacananya akan dibangun wilayah industri dan menjadi eco wisata serta pemukiman. Tidak ada pembebasan lahan, masyarakat yang memiliki lahan pemukiman dapat mengelolanya untuk membuat kontrakan,” jelasnya.

Proyek ini diharapkan dapat menyerap ribuan tenaga kerja dan menjadi sumber penghasilan bagi pedagang lokal. H. Muhamad Nur Mutaqin menekankan pentingnya sosialisasi kebijakan agar masyarakat tidak salah paham dan terhindar dari hoaks. “Proyek PIK 2 di Pontang, Tirtayasa (Pontirta) akan dibangun tempat eco wisata seperti kebun binatang dengan fasilitas pendukung di Banten,” tambahnya.

Selain itu, proyek ini juga mencakup pembangunan Sirkuit Force 1 yang akan dikelola swasta tanpa dana negara, serta pembangunan masjid besar yang akan menjadi ikon nasional. “Pihak pengelola akan melibatkan tokoh agama setempat untuk mengurusnya, dan perusahaan yang akan menggajinya. Pendidikan pesantren juga akan ditingkatkan agar setara dengan sekolah kejuruan,” imbuh H.Muhamad Nur Mutaqin.

Acara silaturahmi ini menegaskan komitmen para tokoh agama dan masyarakat Banten untuk mendukung proyek PIK 2 demi kemajuan daerah. Dengan sosialisasi yang tepat, diharapkan proyek ini dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Banten.

TAGGED:
Share This Article
Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *