Kantor berita Korea Utara, KCNA, baru-baru ini menyoroti penangkapan Presiden Korea Selatan, Yoon Suk Yeol, yang memicu kekacauan di Negeri Ginseng. Dalam laporan yang dirilis pada Jumat (3/1), KCNA menekankan bahwa surat penangkapan terhadap Yoon telah membuat situasi politik di Korea Selatan semakin tidak stabil. “Di negara boneka Korea Selatan, pemakzulan yang belum pernah terjadi sebelumnya berlangsung usai peristiwa darurat militer pada 3 Desember,” demikian laporan KCNA yang dikutip oleh Yonhap.
Surat perintah penangkapan yang dikeluarkan untuk Presiden Yoon dianggap telah melumpuhkan urusan negara dan memperdalam kekacauan sosial serta politik di Korea Selatan. KCNA menggambarkan secara rinci perkembangan politik dan sosial yang terjadi setelah deklarasi darurat militer oleh Yoon pada 3 Desember lalu. Salah satu poin yang disoroti adalah pergantian posisi pelaksana tugas (plt) presiden dari Han Duck Soo, Perdana Menteri Korea Selatan, menjadi Choi Sang Mok, Menteri Ekonomi dan Keuangan Korea Selatan.
Media asing juga menyoroti bahwa Korea Selatan saat ini tengah terjerumus ke dalam badai politik. Laporan KCNA ini juga dimuat di halaman keenam Rodong Sinmun, koran harian di Korea Utara, yang tampaknya berusaha membandingkan stabilitas rezim di Korea Utara dengan situasi di Korea Selatan. Ini merupakan sorotan kesekian kalinya dari Korea Utara terhadap Korea Selatan terkait peristiwa darurat militer yang diumumkan oleh Yoon bulan lalu.
Hari ini, tim penyidik dari Kantor Investigasi Korupsi untuk Pejabat Tinggi (CIO) Korea Selatan tengah berupaya menangkap Yoon sebagai dampak dari deklarasi darurat militernya. Namun, upaya tersebut terhambat oleh pemblokiran yang dilakukan oleh pasukan pengamanan presiden dan para pendukung Yoon. Ribuan pendukung Yoon telah berkumpul di dekat kediamannya sejak beberapa hari terakhir untuk menentang pemakzulan sang Presiden dan menghalangi otoritas yang ingin menangkapnya.
Pada pukul 09.30 pagi waktu setempat, sekitar 1.200 orang pendukung Yoon berada di luar kompleks kepresidenan. Untuk mengantisipasi potensi bentrokan, sekitar 2.700 personel polisi telah dikerahkan ke lokasi. Sebanyak 135 bus polisi juga telah disiapkan dan diparkir berjajar untuk membentuk barikade guna mengendalikan situasi yang semakin memanas.
Penangkapan Yoon Suk Yeol dan sorotan dari KCNA menambah dimensi baru dalam krisis politik di Korea Selatan. Dengan berbagai tuduhan yang dihadapinya, proses hukum ini menjadi sorotan publik dan memicu berbagai spekulasi. Dukungan dari para pendukung Yoon menunjukkan bahwa kasus ini tidak hanya berdampak pada ranah hukum, tetapi juga mempengaruhi dinamika politik di Korea Selatan. Masyarakat diharapkan dapat mengikuti perkembangan kasus ini dengan seksama, sembari menunggu hasil dari proses hukum yang sedang berjalan.





