Di tengah hiruk-pikuk Jakarta Timur, SDN Pulo Gebang 06 dan 07 menjadi saksi dari sebuah inisiatif nasional yang bertujuan untuk memperbaiki asupan nutrisi anak-anak sekolah dasar. Program Makan Bergizi (MBG) ini, yang telah memasuki hari keempat pada Kamis (9/1), menyajikan menu makan bergizi gratis yang dilengkapi dengan susu. Tujuan utama dari program ini adalah untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak di seluruh penjuru Indonesia.
Dalam pengamatan yang dilakukan, menu yang disajikan dalam program MBG di sekolah tersebut mencakup nasi putih dengan lauk telur rebus dan tumis wortel. Menu ini juga dilengkapi dengan satu buah jeruk dan susu kotak UHT. Para siswa tampak sangat bersemangat, terutama karena ini adalah kali pertama mereka mendapatkan susu sebagai bagian dari menu santapan sejak program MBG dimulai pada Senin (6/1) lalu.
Antusiasme para siswa tidak hanya terlihat di SDN Pulo Gebang 06 dan 07, tetapi juga di Paud Rasfaldi Mukhlisin yang terletak tidak jauh dari kedua sekolah tersebut. Ketiga sekolah ini berada dalam wilayah operasi Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) Pulo Gebang, Jakarta Timur. “Alhamdulillah sudah ada susu,” ujar Sapria Hasugian, seorang guru di sekolah tersebut, mengekspresikan rasa syukurnya atas penyediaan susu dalam program ini.
Pada hari ketiga pelaksanaan program MBG, Rabu (8/1), menu yang disajikan adalah nasi putih dengan lauk ayam suwir, tumis tahu, dan buncis, serta satu buah jeruk. Sementara itu, pada hari kedua, Selasa (7/1), menu yang disajikan berupa nasi putih dengan daging sapi teriyaki, tumis wortel dan jagung, serta satu buah jeruk. Variasi menu ini dirancang untuk memastikan asupan gizi yang seimbang bagi para siswa.
Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi, sebelumnya menyatakan bahwa susu tidak diwajibkan setiap hari dalam program MBG.
“Susu kan tidak diwajibkan setiap hari, jadi itu tergantung daerahnya,” kata Hasan kepada wartawan pada Senin (6/1).
Pernyataan ini menunjukkan bahwa kebijakan penyediaan susu dapat bervariasi tergantung pada kondisi dan kebutuhan masing-masing daerah.
Terpisah, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyebutkan bahwa susu dalam program MBG diberikan kepada peserta didik sebanyak dua kali dalam sepekan. “Seminggu dua kali, susu,” kata Penjabat Gubernur DKI Jakarta, Teguh Setyabudi, di Jakarta pada Senin. Kebijakan ini diharapkan dapat membantu meningkatkan asupan gizi anak-anak di Jakarta Timur.
Program Makan Bergizi di SDN Pulo Gebang 06 dan 07, Jakarta Timur, menunjukkan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi anak-anak sekolah dasar. Antusiasme siswa dan dukungan dari para guru menjadi indikasi positif bahwa program ini diterima dengan baik. Dengan variasi menu yang disajikan dan kebijakan penyediaan susu yang fleksibel, diharapkan program ini dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan dan perkembangan anak-anak di seluruh Indonesia.





