Seorang pria yang diduga terlibat dalam pemasokan narkoba kepada mantan anggota One Direction, Liam Payne, telah menyerahkan diri kepada pihak berwenang. Kepolisian Argentina mengonfirmasi bahwa David Ezequiel Pereyra, pria berusia 21 tahun, menyerahkan diri di Barracas, wilayah selatan Buenos Aires, pada Senin (6/1).
Menurut laporan AFP, David Ezequiel Pereyra bekerja sebagai karyawan di Hotel Casa Sur, Buenos Aires. Hotel ini menjadi tempat di mana Liam Payne ditemukan meninggal dunia setelah terjatuh dari lantai tiga pada Oktober 2024. Pereyra diduga terlibat dalam penyediaan narkoba kepada Payne, bersama dengan pelayan hotel berusia 24 tahun, Braian Paiz, yang telah ditangkap pekan lalu.
Selain Pereyra dan Paiz, tiga orang lainnya, termasuk perwakilan Payne di Argentina, manajer hotel, dan kepala bagian penerima tamu, telah didakwa dengan tuduhan pembunuhan terkait kasus ini. Jaksa penuntut menyatakan bahwa Liam Payne mengonsumsi kokain, alkohol, dan obat antidepresan yang diresepkan sebelum insiden jatuh dari balkon kamar hotelnya. Payne disebut tidak dalam kondisi sadar saat kejadian tersebut.
Sebelum meninggal dunia, Liam Payne sering berbicara secara terbuka tentang perjuangannya melawan penyalahgunaan zat dan tantangan ketenaran di usia muda. Kematiannya memicu gelombang kesedihan dari seluruh dunia, termasuk dari keluarga, mantan rekan satu band, dan para penggemar. Ribuan pelayat berkumpul di berbagai belahan dunia untuk memberikan penghormatan terakhir.
Sebagai salah satu artis dengan pendapatan tertinggi di dunia pada tahun 2010-an, One Direction mengalami hiatus pada tahun 2016. Liam Payne sempat menikmati kesuksesan solo sebelum kariernya terhenti. Pemakaman Payne berlangsung di St. Mary’s Church Amersham, London, pada Rabu (20/11), dihadiri oleh mantan anggota One Direction lainnya seperti Zayn Malik, Harry Styles, Louis Tomlinson, dan Niall Horan.
Setelah ditemukan meninggal dunia pada 16 Oktober, jasad Liam Payne baru diserahkan kepada keluarganya dan diizinkan untuk dibawa pulang ke Inggris pada awal November 2024, setelah pihak berwenang melakukan autopsi. Proses ini menandai akhir dari perjalanan hidup seorang musisi yang telah memberikan dampak besar dalam industri musik dan meninggalkan warisan yang tak terlupakan bagi para penggemarnya.





