Penyelidikan Kebakaran Glodok Plaza: 14 Saksi Telah Diperiksa

Redaksi RuangInfo

Dalam upaya mengungkap misteri kebakaran yang melanda Glodok Plaza, Sat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat telah memeriksa 14 saksi. Kasat Reskrim, AKBP Arfan Zulkan Sipayung, mengungkapkan bahwa saksi-saksi tersebut termasuk manajemen Diskotek Tiyara dan pengelola gedung Glodok Plaza.

“Kami sudah lakukan pemeriksaan saksi-saksi, dari awal kejadian sampai hari ini,” ujar Arfan dalam keterangan tertulis yang dirilis pada Minggu (2/2). Ia menambahkan bahwa pemeriksaan telah mencakup manajemen dari Tiyara dan Glodok Plaza. “Untuk perkembangan selanjutnya, akan kami sampaikan kembali,” imbuhnya.

Sebanyak 16 orang saksi telah dipanggil untuk diperiksa terkait insiden ini. Namun, hingga Jumat (31/1), baru 14 saksi yang telah memberikan keterangan kepada penyidik. 

“Kami akan melakukan pemanggilan kembali kepada dua saksi yang belum hadir untuk melengkapi pemeriksaan,” jelas Arfan.

Kebakaran di Glodok Plaza terjadi pada Rabu (15/1) malam, menghanguskan beberapa lantai di gedung tersebut. Titik awal api diduga berasal dari lantai 7 dan 8 Glodok Plaza. Insiden ini menimbulkan kekhawatiran dan memicu penyelidikan mendalam oleh pihak berwenang.

Terkait kebakaran tersebut, polisi menerima 14 laporan orang hilang. Sementara itu, RS Polri Kramat Jati telah menerima 14 kantong jenazah yang berisi bagian tubuh korban. Proses identifikasi korban dilakukan oleh tim DVI RS Polri Kramatjati.

Hingga saat ini, tim DVI RS Polri Kramatjati telah berhasil mengidentifikasi enam korban kebakaran Glodok Plaza. Mereka adalah Zukhi Fitria Rahdja, laki-laki berusia 42 tahun; Aulia Belinda Kurapak, perempuan berusia 28 tahun; Osima Yukari, perempuan berusia 29 tahun; Desty Eka Putri S, perempuan berusia 24 tahun; Keren Shallom Jeremiah, perempuan berusia 21 tahun; dan Ade Aryati, perempuan berusia 30 tahun.

Penyelidikan kebakaran Glodok Plaza masih terus berlanjut. Pihak kepolisian berkomitmen untuk mengungkap penyebab pasti dari insiden ini dan memastikan bahwa semua saksi yang relevan telah memberikan keterangan. Dengan adanya identifikasi korban, diharapkan dapat memberikan kejelasan bagi keluarga yang kehilangan anggota mereka dalam tragedi ini. Pihak berwenang juga diharapkan dapat mengambil langkah-langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

TAGGED:
Share This Article
Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *