Nosferatu dan Dracula adalah dua ikon dalam dunia horor yang sering kali disamakan, namun sebenarnya memiliki perbedaan yang signifikan. Keduanya berasal dari sumber yang sama, yaitu novel “Dracula” karya Bram Stoker, tetapi Nosferatu merupakan adaptasi bebas yang dihasilkan oleh sineas Jerman, Henrik Galeen dan FW Murnau, dalam film bisu “Nosferatu: A Symphony of Horror” (1922). Adaptasi ini dilakukan tanpa izin resmi, sehingga memaksa para pembuatnya untuk mengubah cerita dan menambahkan elemen baru yang kemudian menjadi inspirasi bagi banyak film horor modern.
Dracula dikenal sebagai sosok vampir tampan yang tinggal di kastil megah di Transylvania. Ia adalah bangsawan keturunan Attila the Hun yang berubah menjadi vampir dan hidup selama ratusan tahun. Dalam ceritanya, Count Dracula berencana pindah ke London dengan bantuan agen real estat, Jonathan Harker, dan memperdaya istri Harker, Mina Murray, sebagai korbannya.
Sebaliknya, Nosferatu, yang dikenal sebagai Count Orlok, digambarkan sebagai makhluk menjijikkan dengan hidung runcing dan telinga mirip kelelawar. Ia dianggap sebagai penyihir jahat yang menjual jiwanya kepada iblis untuk hidup abadi. Berbeda dengan Dracula, Count Orlok tidak bisa memperdaya korbannya, tetapi ia menyebarkan wabah mematikan di wilayah yang ia kunjungi.
Dalam “Nosferatu: A Symphony of Horror”, Count Orlok berencana pindah dari kastilnya di Transylvania ke Jerman setelah membeli properti dari agen real estat, Thomas Hutter. Perubahan lokasi ini disebabkan oleh latar belakang Jerman dari penulis Henrik Galeen dan sutradara FW Murnau. Count Orlok juga memperdaya istri Hutter, Ellen, untuk menjadi pendampingnya, bukan sekadar korban.
Kedua makhluk ini menggigit korbannya untuk menghisap darah. Namun, dampak dari gigitan mereka berbeda. Dracula dapat mengubah korbannya menjadi vampir, meskipun dalam kondisi tertentu gigitan tersebut tidak selalu mengubah korban. Sementara itu, Nosferatu tidak mengubah korbannya menjadi vampir, melainkan hanya menghisap darah mereka hingga mati.
Kematian Count Dracula dan Count Orlok juga memiliki perbedaan mencolok. Count Dracula mati setelah kepalanya dipenggal dan paku besi ditancapkan ke jantungnya, berkat bantuan Van Helsing yang memanfaatkan hubungan psikis Mina dengan Dracula. Setelah kematian Dracula, Mina terbebas dari pengaruhnya.
Di sisi lain, Count Orlok mati karena paparan sinar matahari saat bersama Ellen. Ellen menyerahkan dirinya kepada Nosferatu dan membiarkan makhluk itu menyantapnya dengan jendela terbuka lebar. Ellen membuat Count Orlok lupa waktu hingga sinar matahari pagi masuk ke kamar dan memusnahkan makhluk tersebut.
Meskipun Nosferatu dan Dracula sering kali dianggap serupa, keduanya memiliki perbedaan yang signifikan dalam hal cerita, bentuk, dampak gigitan, dan cara kematian. Nosferatu, sebagai adaptasi bebas dari novel “Dracula”, berhasil menciptakan identitasnya sendiri dalam dunia horor dan menjadi inspirasi bagi banyak karya horor modern.





