Dalam sebuah langkah yang mengundang kontroversi, Donald Trump, mantan Presiden Amerika Serikat ke-45, memutuskan untuk mencabut otorisasi keamanan yang sebelumnya diberikan kepada Joe Biden, mantan presiden AS. Keputusan ini berarti Biden tidak akan lagi menerima pengarahan intelijen atau informasi rahasia setelah masa jabatannya berakhir. Dalam sebuah unggahan di media sosial Truth Social, Trump menulis, “Joe Biden tidak perlu lagi menerima akses ke informasi rahasia. Saya akan melindungi Keamanan Nasional kita. Joe, Anda dipecat,” seperti dikutip dari AFP.
Biasanya, mantan presiden AS tetap memiliki hak untuk menerima briefing intelijen sebagai bentuk penghormatan atas masa jabatan mereka sebelumnya. Namun, langkah terbaru Trump ini menunjukkan niatnya untuk benar-benar memutus keterlibatan Biden dalam akses informasi negara. Keputusan ini menimbulkan perdebatan mengenai tradisi dan protokol yang telah lama dijalankan di Amerika Serikat.
Selain mencabut otorisasi keamanan Biden, Trump pada Jumat (7/2) juga menegaskan rencananya untuk mempercepat pembubaran Badan Bantuan Internasional AS atau USAID. Trump juga mengumumkan pembekuan bantuan untuk Afrika Selatan, dengan alasan tingkat korupsi yang dianggapnya sudah sangat tinggi.
“Korupsi sudah pada tingkat yang jarang terlihat sebelumnya. Tutup saja,” ujar Trump.
Sejumlah sumber mengungkapkan bahwa pemerintahan Trump hanya akan mempekerjakan 294 staf USAID, termasuk 12 staf di biro Afrika dan delapan di Asia. Padahal, USAID mempekerjakan lebih dari 10.000 staf di seluruh dunia, dengan sekitar dua pertiga berada di luar AS. Langkah ini menunjukkan niat Trump untuk mengurangi pengeluaran kebijakan luar negeri yang dianggapnya tidak sepadan dengan pemasukan pajak.
Trump telah lama mengkritik pengeluaran kebijakan luar negeri AS, termasuk USAID, yang dianggapnya tidak efisien. Dia juga sempat menyebut para staf USAID sebagai “orang gila radikal” dan berencana untuk menyingkirkan mereka. “USAID dijalankan oleh sekelompok orang gila radikal, dan kita akan menyingkirkan mereka,” ungkap Trump pada pekan lalu, dikutip dari NBC News.
Keputusan Trump untuk mencabut otorisasi keamanan Biden dan merencanakan pembubaran USAID menimbulkan reaksi beragam dari berbagai pihak. Beberapa mendukung langkah ini sebagai upaya untuk mengurangi pengeluaran yang tidak perlu, sementara yang lain mengkhawatirkan dampaknya terhadap hubungan internasional dan bantuan kemanusiaan.
Langkah Donald Trump untuk mencabut otorisasi keamanan Joe Biden dan merencanakan pembubaran USAID menyoroti perbedaan pandangan dalam kebijakan luar negeri dan keamanan nasional. Keputusan ini akan terus menjadi topik perdebatan di Amerika Serikat, terutama mengenai dampaknya terhadap tradisi, protokol, dan hubungan internasional. Sementara itu, masa depan USAID dan bantuan luar negeri AS masih menjadi tanda tanya besar di tengah perubahan kebijakan yang dilakukan oleh Trump.





