Pemakaman Marwan Issa: Ratusan Orang Hadiri Prosesi di Gaza

Redaksi RuangInfo

Pada Sabtu (8/2), ratusan orang berkumpul di Jalur Gaza untuk menghadiri pemakaman Marwan Issa, wakil pemimpin kelompok Hamas. Prosesi pemakaman ini menarik perhatian banyak pihak, terutama karena peran penting Issa dalam organisasi tersebut.

Para anggota milisi Brigade Izz ad-Din al-Qassam terlihat memadati jalan-jalan sempit di Gaza tengah. Dengan mengacungkan senapan serbu, mereka mengikuti prosesi pemakaman dengan penuh semangat. Peti jenazah Issa, yang dibungkus dengan bendera hijau Hamas, diangkat oleh petugas selama prosesi berlangsung.

Sebelum pemakaman, diadakan salam Jumat di sebuah stadion olahraga di kamp tersebut. Ini menjadi momen penting bagi para pendukung Hamas untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Marwan Issa, yang dianggap sebagai salah satu tokoh penting dalam perjuangan mereka.

Militer Israel mengklaim telah membunuh Marwan Issa dalam serangan udara pada Maret 2024. Namun, Hamas baru mengonfirmasi kematian Issa pada 30 Januari lalu, di tengah gencatan senjata yang sedang berlangsung dengan Israel di Gaza. Pengumuman ini menambah ketegangan di wilayah tersebut.

Selain Marwan Issa, Hamas juga mengumumkan kematian pemimpin militer Muhammad Deif, yang menurut Israel telah dibunuh dalam serangan udara pada Juli 2024. Beberapa pejuang dan komandan lainnya juga dilaporkan tewas dalam serangan tersebut, menambah daftar korban dari pihak Hamas.

Seorang anggota kelompok Jihad Islam Palestina yang hadir dalam pemakaman tersebut menyatakan, 

“Jangan berpikir bahwa perlawanan telah berakhir dengan terbunuhnya pemimpin besar Marwan Issa.” Ia menegaskan bahwa mereka masih memiliki banyak pejuang dan pahlawan perlawanan yang siap melanjutkan perjuangan.

Israel menuduh Marwan Issa sebagai salah satu provokator serangan Hamas pada 7 Oktober 2023, yang memicu agresi brutal Zionis di Gaza. Pada hari itu, ribuan teroris menyerbu perbatasan dan menyerang banyak pangkalan militer Israel, menimbulkan kerugian besar di kedua belah pihak.

Selama agresi, Israel juga menargetkan para pemimpin Hamas. Ismail Haniyeh dilaporkan dibunuh di Teheran pada Juli 2024, sementara Yahya Sinwar tewas oleh pasukan Israel di Gaza pada Oktober 2024. Serangkaian serangan ini menunjukkan upaya Israel untuk melemahkan kepemimpinan Hamas.

Pemakaman Marwan Issa menjadi simbol perlawanan bagi para pendukung Hamas di Gaza. Meskipun kehilangan beberapa pemimpin penting, kelompok ini menegaskan bahwa perjuangan mereka belum berakhir. Dengan situasi yang terus memanas, dunia kini menantikan bagaimana perkembangan selanjutnya dalam konflik antara Israel dan Hamas.

TAGGED:
Share This Article
Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *