Pulau Dewata, Bali, tengah dilanda cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang selama sepekan terakhir. Berdasarkan laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali, dari tanggal 10 hingga 16 Februari 2025, tercatat 116 insiden bencana yang mengakibatkan satu korban jiwa dan satu orang lainnya mengalami luka-luka. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat dan pemerintah setempat.
Selain korban jiwa, bencana ini juga mengakibatkan kerusakan infrastruktur. Dua rumah dilaporkan roboh, dan ratusan pohon tumbang di 108 lokasi berbeda. Kepala Pelaksana BPBD Bali, I Made Rentin, menjelaskan bahwa curah hujan yang tinggi dan angin kencang menjadi penyebab utama dari 116 kejadian tersebut. “Curah hujan yang tinggi dan angin kencang masih menjadi penyebab sedikitnya 116 kejadian. Dan menyebabkan satu orang korban meninggal dunia dan satu orang mengalami luka,” ujar Rentin dalam keterangannya, Senin (17/2).
Pohon tumbang tersebar di berbagai wilayah, dengan rincian 3 titik di Kabupaten Badung, 8 titik di Kabupaten Buleleng, 6 titik di Kota Denpasar, 22 titik di Kabupaten Gianyar, 10 titik di Kabupaten Jembrana, 10 titik di Kabupaten Karangasem, 24 titik di Kabupaten Klungkung, dan 25 titik di Kabupaten Tabanan. Sementara itu, dua rumah yang roboh berlokasi di Kabupaten Jembrana dan Kabupaten Buleleng.
Selain pohon tumbang dan rumah roboh, tanah longsor juga terjadi di 4 titik di Kabupaten Gianyar dan 3 titik di Kabupaten Buleleng. Banjir dilaporkan terjadi di 2 titik di Kabupaten Buleleng. Total kerugian akibat bencana ini mencapai Rp1,38 miliar, menambah beban ekonomi bagi masyarakat yang terdampak.
BPBD Provinsi Bali mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kapasitas dan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana. “Dengan semakin seringnya kejadian bencana, BPBD Provinsi Bali mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kapasitas dan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana, demi mewujudkan Bali yang tangguh bencana,” kata Rentin. Langkah ini diharapkan dapat meminimalisir dampak bencana di masa mendatang.
Cuaca ekstrem yang melanda Bali selama sepekan terakhir menimbulkan dampak signifikan, baik dari segi korban jiwa maupun kerugian materi. Dengan adanya upaya peningkatan kesiapsiagaan dan kapasitas masyarakat, diharapkan Bali dapat menjadi daerah yang lebih tangguh dalam menghadapi bencana. Kerjasama antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak terkait sangat diperlukan untuk mewujudkan hal tersebut.





