Di tanah air, tanggal 21 Februari diperingati sebagai Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN). Peringatan ini berakar dari tragedi besar yang terjadi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Leuwigajah, Cimahi, Jawa Barat, pada tahun 2005. Peristiwa tersebut menjadi titik balik penting yang melahirkan Hari Peduli Sampah Nasional, sebagai pengingat akan urgensi pengelolaan sampah yang lebih baik.
Hari Peduli Sampah Nasional bukan sekadar perayaan, melainkan momentum bagi pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat untuk memperkuat komitmen dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang sistematis dan terintegrasi. Sepanjang bulan Februari, berbagai kegiatan digelar sebagai bagian dari Bulan Peduli Sampah Nasional, termasuk wawancara khusus di CNN Indonesia.
Dalam wawancara yang dipandu oleh anchor Elvira Nasution, hadir Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) dan Menteri Lingkungan Hidup Indonesia Hanif Faisol Nurofiq. Keduanya membahas langkah strategis dalam penanganan sampah di Indonesia. Hanif menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto menginginkan masalah sampah segera diselesaikan, dan Kementerian Lingkungan Hidup akan menjadi penggerak utama dalam mengatasi persoalan ini.
Hanif menjelaskan bahwa 60 persen sampah di Indonesia masih dibuang secara open dumping, yaitu pembuangan sampah di lahan tanpa penanganan apapun. Padahal, sistem ini sudah dilarang dan dapat dikenakan sanksi pidana. Sementara itu, Zulhas menyoroti masalah sampah plastik yang terurai menjadi mikroplastik dan mencemari laut Indonesia. Ia juga mengungkapkan bahwa 40 persen sampah rumah tangga berasal dari sisa makanan (food waste).
Zulhas juga membahas pengelolaan sampah dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang menurutnya lebih terkendali dibandingkan food waste dari rumah tangga. Program ini memiliki panitia dan pedoman pelaksanaan yang jelas, termasuk dalam pengelolaan sampah.
“Jadi, lebih mudah sebetulnya. Misalnya ada dapurnya kan, ada penanggung jawabnya, itu juga bisa diawasi,” ujar Zulhas.
Hari Peduli Sampah Nasional menjadi pengingat pentingnya peran semua pihak dalam mengatasi masalah sampah di Indonesia. Dengan komitmen bersama dan langkah strategis yang tepat, diharapkan pengelolaan sampah di Indonesia dapat lebih baik dan berkelanjutan. Upaya ini tidak hanya untuk menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga untuk melindungi ekosistem dan kesehatan masyarakat.





