Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara terbuka menyuarakan keinginannya untuk memperoleh kompensasi setelah AS mengucurkan dana bantuan miliaran dolar guna mendukung Ukraina dalam konflik melawan Rusia. Pernyataan ini dilontarkan Trump pada Sabtu, di tengah negosiasi antara AS dan Ukraina mengenai kesepakatan sumber daya mineral.
Trump menegaskan bahwa bantuan yang telah diberikan AS kepada Ukraina selama masa kepresidenan Joe Biden harus mendapatkan imbalan. Sejak menjabat pada Januari lalu, Trump telah mengubah arah kebijakan luar negeri AS, termasuk menjalin pendekatan diplomatik dengan Rusia yang tampaknya tidak melibatkan Ukraina dan Eropa.
Dalam pertemuan tahunan Partai Republik di Konferensi Aksi Politik Konservatif (CPAC) di luar Washington, Trump menyatakan,
“Saya berusaha mendapatkan kembali uang itu atau mengamankannya.” Ia menambahkan,
“Saya ingin mereka memberi kami sesuatu untuk semua uang yang kami keluarkan. Kami meminta tanah jarang dan minyak, apa pun yang bisa kami dapatkan.”
Trump menganggap bahwa bantuan AS untuk Ukraina tanpa kompensasi adalah hal yang tidak adil. Menurutnya, hal ini berbeda dengan Eropa yang memberikan bantuan dalam bentuk pinjaman.
“Kami akan mendapatkan kembali uang kami karena itu tidak adil,” tegas Trump.
Beberapa jam sebelum pernyataan Trump, seorang sumber mengatakan kepada AFP bahwa Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, belum siap menandatangani kesepakatan mineral dengan AS meskipun tekanan terus meningkat. Utusan khusus Trump, Keith Kellogg, yang bertemu dengan Zelensky awal pekan ini, menyatakan bahwa Zelensky memahami pentingnya penandatanganan kesepakatan dengan AS.
Namun, sumber dari Ukraina mengungkapkan kepada AFP bahwa Kyiv membutuhkan jaminan terlebih dahulu.
“Dalam bentuk draf yang ada sekarang, presiden belum siap menerimanya, kami masih mencoba membuat perubahan dan menambahkan hal-hal yang membangun,” kata sumber tersebut.
Pernyataan Donald Trump mengenai kompensasi untuk bantuan AS ke Ukraina menambah ketegangan dalam hubungan antara kedua negara. Dengan negosiasi sumber daya mineral yang masih berlangsung, tuntutan Trump untuk mendapatkan imbalan dari Ukraina menjadi sorotan utama. Sementara itu, Ukraina masih mencari jaminan sebelum menyetujui kesepakatan yang diusulkan. Situasi ini menunjukkan kompleksitas diplomasi internasional dan tantangan yang dihadapi dalam mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan.





