Wakil Bupati Deli Serdang, Sumatera Utara, Lom Lom Suwondo, mengalami insiden yang tidak menyenangkan saat tiba di Bandara Kualanamu. Tiga kopernya yang berisi barang pribadi ditemukan dalam kondisi rusak pada bagian ritsleting ketika diambil dari bagasi. Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran dan pertanyaan mengenai keamanan barang bawaan penumpang di bandara tersebut.
Kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian Kabupaten Deli Serdang, Khairul Azman, membenarkan insiden tersebut. Menurutnya, peristiwa ini terjadi setelah Wakil Bupati menghadiri pelantikan di Istana Presiden. “Pak Wabup bersama rombongan naik pesawat Garuda dengan nomor penerbangan GA-190 pada Jumat (21/2/2025) pukul 16.00 WIB dari Bandara Soekarno-Hatta di Jakarta,” jelas Khairul.
Saat tiba di Bandara Kualanamu, Lom Lom terkejut mendapati ketiga kopernya dalam kondisi terbuka pada bagian ritsleting. “Setelah pelantikan kepala daerah, rombongan kembali ke Deli Serdang melalui Bandara Soekarno-Hatta. Ketika tas masuk bagasi, kondisinya masih bagus, tidak ada kerusakan. Namun, saat sampai di Bandara Kualanamu, ternyata tiga koper Pak Wabup sudah terbuka resletingnya, bahkan sampai diikat tali karena tidak bisa dikancing lagi,” ungkap Khairul.
Hingga saat ini, belum ada laporan barang hilang dari koper Lom Lom. Namun, kejadian serupa juga dialami oleh penumpang lain. “Barang Pak Wabup tidak ada yang hilang, tetapi penumpang lainnya yang juga temannya Pak Wabup mengalami kejadian yang sama dan ada barangnya yang hilang,” tambah Khairul. Bahkan, seorang anggota KPU Deli Serdang yang satu pesawat dengan Khairul juga menemukan kopernya rusak di bagasi.
Khairul menegaskan bahwa kejadian ini telah dilaporkan ke manajemen Bandara Kualanamu dan maskapai Garuda Indonesia. Dia berharap peristiwa ini mendapat perhatian serius karena sudah sangat meresahkan. “Kita sudah melaporkan kejadian ini ke maskapai dan pihak bandara. Kita juga masih menunggu tindak lanjut dari mereka. Kita minta diselidiki dari manajemen mereka, kenapa bisa terjadi hal seperti ini,” tegasnya.
Peristiwa ini juga akan dilaporkan ke Kementerian BUMN untuk evaluasi lebih lanjut. “Pak Wabup akan melaporkan ke Kementerian BUMN di Jakarta supaya kejadian ini menjadi perhatian. Apalagi kejadian ini dialami oleh Pak Wabup. Jika memang ada oknum yang sengaja melakukannya, kita minta supaya diberikan sanksi,” jelas Khairul.
Insiden ini menyoroti pentingnya keamanan dan pengawasan yang lebih ketat terhadap barang bawaan penumpang di bandara. Diharapkan, dengan adanya laporan dan penyelidikan lebih lanjut, kejadian serupa tidak akan terulang di masa depan, sehingga penumpang dapat merasa aman dan nyaman saat bepergian. Semua pihak terkait diharapkan dapat bekerja sama untuk meningkatkan standar keamanan dan pelayanan di bandara.





