Pada pagi hari Minggu (2/3), sebuah kebakaran melanda sebuah hunian di Palmerah, Jakarta Barat. Kebakaran ini diduga dipicu oleh handphone yang sedang diisi daya baterainya. Kasie Ops Sudin Gulkarmat Jakarta Barat, Syarifudin, menyatakan bahwa dugaan sementara menunjukkan adanya fenomena listrik yang berasal dari handphone tersebut.
Kebakaran ini pertama kali diketahui oleh salah satu penghuni rumah. Saksi mata, Bapak Denny yang berusia 60 tahun, terbangun dan turun ke bawah untuk mencuci muka di kamar mandi belakang. Setelah itu, ia melihat kepulan asap di bagian atas lantai rumah. Meskipun telah berusaha memadamkan api, namun api semakin membesar.
Sebanyak 11 unit mobil pemadam kebakaran dan 55 personel dikerahkan ke lokasi untuk menjinakkan api. Proses pemadaman dimulai pada pukul 08.16 WIB dan berhasil diselesaikan dalam waktu kurang dari satu jam, tepatnya pada pukul 08.57 WIB.
Syarifudin menyampaikan bahwa kebakaran ini diduga menyebabkan kerugian material sekitar Rp50 juta. Meskipun tidak ada korban jiwa, kerugian ini cukup signifikan bagi pemilik rumah.
Kejadian ini mengingatkan kita akan pentingnya keselamatan listrik di rumah. Penggunaan perangkat elektronik, seperti handphone, harus dilakukan dengan hati-hati, terutama saat mengisi daya. Pastikan untuk menggunakan charger yang sesuai dan hindari meninggalkan perangkat dalam keadaan terisi daya tanpa pengawasan.
Kebakaran di Palmerah ini menjadi peringatan bagi kita semua untuk lebih waspada terhadap potensi bahaya listrik di rumah. Dengan langkah pencegahan yang tepat, kita dapat menghindari insiden serupa di masa depan. Pemilik rumah diimbau untuk selalu memeriksa kondisi perangkat elektronik dan instalasi listrik secara berkala demi keselamatan bersama.





