Pada malam Minggu, 9 Maret, sekitar pukul 21.40 WIB, kobaran api yang dahsyat melanda gedung utama Polda Banten. Api dengan cepat melahap sejumlah ruangan yang terletak di lantai tiga gedung tersebut. Kejadian ini memicu respons cepat dari pihak berwenang untuk mengendalikan situasi.
Dalam upaya memadamkan api, lima unit mobil pemadam kebakaran dan satu water cannon milik Polda Banten dikerahkan ke lokasi kejadian. Berkat kerja keras tim pemadam, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 22.20 WIB. Wakapolda Banten, Brigjen Hengki, yang berada di lokasi kejadian, mengonfirmasi hal ini.
Gedung utama yang terbakar merupakan bagian depan dari kompleks Polda Banten. Gedung ini dikenal sebagai tempat berkantornya sejumlah petinggi, termasuk Kapolda Banten, serta beberapa direktorat penting seperti Dirintelkam dan Dirkrimum. Namun, Brigjen Hengki menjelaskan bahwa ruangan yang terbakar adalah ruangan staf, bukan kantor pejabat utama.
Hingga saat ini, penyebab kebakaran belum dapat dipastikan. Brigjen Hengki menyatakan bahwa pihaknya masih menunggu hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan pemeriksaan laboratorium untuk menentukan penyebab pasti dari insiden ini. “Penyebab nanti laboratorium yang menjelaskan,” ujarnya.
Kebakaran ini menimbulkan kekhawatiran akan dampak yang lebih luas, mengingat gedung utama Polda Banten adalah pusat dari berbagai aktivitas penting. Meskipun demikian, tidak ada laporan mengenai korban jiwa atau luka-luka dalam insiden ini. Pihak berwenang terus melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan keamanan dan mencegah kejadian serupa di masa depan.
Kebakaran di Polda Banten menjadi perhatian serius bagi pihak berwenang dan masyarakat. Dengan penyelidikan yang masih berlangsung, diharapkan penyebab kebakaran dapat segera terungkap dan langkah-langkah pencegahan dapat diterapkan untuk menghindari insiden serupa. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti perkembangan informasi dari pihak berwenang.





