Sebanyak 35 desa di enam kecamatan di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, kini terendam banjir akibat meluapnya tiga sungai utama sejak Minggu (9/3). Sungai-sungai yang meluap adalah Sungai Rawas, Sungai Musi, dan Sungai Batanghari. Enam kecamatan yang terdampak banjir meliputi Kecamatan Sanga Desa, Babat Toman, Lawang Wetan, Lais, Batang Hari Leko, dan Sungai Keruh.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyatakan bahwa banjir ini telah mempengaruhi 4.806 jiwa dan menyebabkan 4.806 rumah warga terendam dengan ketinggian air mencapai 20 hingga 125 sentimeter. “Banjir ini melanda 35 desa yang berada di wilayah enam kecamatan,” ungkap Muhari dalam keterangannya pada Senin (10/3).
BPBD Kabupaten Musi Banyuasin terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan asesmen dan memberikan pertolongan kepada warga yang terdampak. “Kondisi terkini yang dilaporkan, banjir belum surut,” ujar Muhari, menekankan pentingnya koordinasi dalam penanganan bencana ini.
Sementara itu, di Kecamatan Talang, Kabupaten Banyuasin, banjir juga melanda enam kelurahan dan satu desa akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut pada Minggu. Wilayah yang terdampak meliputi Kelurahan Talang Keramat, Sukomoro, Tanah Mas Indah, Tanah Mas, Sukajadi Induk, Sukajadi Timur, dan Desa Talang Buluh.
Menurut data yang diterima BNPB, sebanyak 1.013 kepala keluarga dan 1.013 rumah terdampak akibat banjir ini, dengan ketinggian air dilaporkan mencapai 20 hingga 100 sentimeter. “Berdasarkan data yang diterima oleh BNPB, tercatat sebanyak 1.013 KK dan 1.013 rumah terdampak akibat kejadian ini,” tutur Muhari.
BPBD Kabupaten Banyuasin terus melakukan koordinasi dengan aparat pemerintahan setempat untuk melakukan pendataan dan memberikan pertolongan kepada warga yang terdampak. “Kondisi terkini yang dilaporkan, banjir sudah berangsur-angsur mulai surut,” ucap Muhari, memberikan sedikit harapan bagi warga yang terdampak.
Banjir yang melanda Kabupaten Musi Banyuasin dan Banyuasin menunjukkan betapa pentingnya kesiapsiagaan dan koordinasi antara berbagai pihak dalam menghadapi bencana alam. Dengan upaya yang terus dilakukan oleh BPBD dan instansi terkait, diharapkan kondisi dapat segera pulih dan warga yang terdampak dapat kembali menjalani kehidupan sehari-hari dengan normal.





