Kondisi Terkini Pengungsi Banjir di Pondok Gede Permai, Bekasi

Redaksi RuangInfo

Lebih dari tujuh hari berlalu sejak banjir besar melanda, sejumlah penduduk di perumahan Pondok Gede Permai, Kota Bekasi, masih bertahan di tenda pengungsian. Banjir yang menenggelamkan seluruh rumah di kawasan tersebut meninggalkan kerusakan parah dan lumpur yang belum sepenuhnya dibersihkan. Ketua RT 03 RW 08, Muktasim, menyatakan bahwa situasi di wilayahnya masih sangat memprihatinkan.

Muktasim menjelaskan bahwa setidaknya ada tiga kepala keluarga, termasuk keluarganya sendiri, yang masih tinggal di tenda pengungsian dekat lokasi banjir. Mereka belum bisa kembali ke rumah karena kerusakan yang belum dapat diperbaiki dan sisa-sisa banjir yang masih menghambat. Proses pemulihan terhambat oleh akses yang sulit dilalui akibat tumpukan sampah dan saluran air yang tersumbat lumpur.

“Akses masuk ke dalam susah. Karena sampah-sampah masih menumpuk. Jadi aturan sampah diangkut dulu, saluran got kan mampet sama lumpur. Jadi pembuangan air enggak lancar,” ujar Muktasim.

Proses pemulihan diperkirakan masih membutuhkan waktu hingga sepekan ke depan. Saat ini, upaya pembersihan dibantu dengan alat berat seperti ekskavator dan mobil pemadam kebakaran untuk mengatasi lumpur yang menumpuk. Namun, medan yang sulit dan banyaknya sampah membuat proses ini harus dilakukan secara bertahap.

Perumahan Pondok Gede Permai menjadi salah satu lokasi terparah yang terdampak banjir hebat di Kota Bekasi pada Senin (4/3) lalu. Banjir ini disebabkan oleh hujan deras dan luapan aliran sungai Bekasi, yang mengakibatkan delapan kecamatan di Kota Bekasi terendam air.

Dengan kondisi yang masih memprihatinkan, warga berharap agar proses pemulihan dapat segera diselesaikan sehingga mereka bisa kembali ke rumah masing-masing dan memulai kehidupan normal kembali. Dukungan dari pemerintah dan masyarakat sangat diharapkan untuk mempercepat pemulihan di wilayah yang terdampak banjir ini.

TAGGED:
Share This Article
Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *