Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menegaskan bahwa Rusunawa Green Jagakarsa, yang terletak di Jakarta Selatan, diprioritaskan untuk warga yang harus direlokasi akibat penataan kawasan sarana prasarana kota serta masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Menurut laporan dari Antara, unit-unit di rusun ini memiliki tipe 36 yang mencakup ruang tamu, dua kamar tidur, satu kamar mandi, dapur, dan balkon. Harga sewa unit rusun ini dimulai dari Rp865.000, belum termasuk biaya token listrik dan air.
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, yang juga dikenal sebagai Doel, menyatakan bahwa dengan adanya tiga tower rusunawa yang dilengkapi berbagai fasilitas sosial, diharapkan taraf hidup para penghuninya dapat meningkat. “Hunian tipe 36 di rusun ini terdiri dari ruang tamu dan keluarga, dua kamar tidur, satu kamar mandi, dapur, dan balkon. Dengan tinggal di sini, diharapkan penghuni dapat meningkatkan taraf hidup mereka, sehingga nantinya bisa mengakses jenjang perumahan berikutnya seperti rusunami (Rumah Susun Milik) atau rumah tapak,” ujar Rano saat berkunjung ke Rusunawa Green Jagakarsa pada Sabtu (15/3), mengutip dari siaran pers di laman Pemprov DKI.
Rusunawa Jagakarsa terdiri dari tiga tower dengan 16 lantai, menyediakan total 723 unit hunian. Selain itu, terdapat juga unit yang dirancang khusus untuk difabel. Berdiri di atas lahan seluas 19.886 meter persegi, pembangunan Rusunawa Jagakarsa ini diselesaikan dalam waktu 406 hari kalender dengan anggaran sebesar Rp382,18 miliar. Proyek ini merupakan bagian dari program pemerintah untuk menyediakan Rumah Layak Huni (RLH) bagi warga Jakarta.
Pemprov DKI Jakarta terus mengupayakan pengembangan hunian vertikal sebagai solusi untuk mengatasi tingginya kebutuhan hunian di tengah keterbatasan lahan di perkotaan. “Rusun atau hunian vertikal adalah solusi atas keterbatasan lahan di kota besar seperti Jakarta. Rusunawa dengan biaya sewa terjangkau adalah jawaban untuk kesulitan yang dihadapi Masyarakat Berpenghasilan Rendah dalam mencari hunian yang layak,” tambah Rano.
Rusunawa Jagakarsa dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung seperti parkiran umum, masjid, taman, lapangan olahraga, perpustakaan, tempat kerja (coworking space), penitipan anak (daycare), dan warung untuk usaha warga. Menurut laporan dari Antara, sebanyak 40 persen penghuni Rusunawa Jagakarsa diperuntukkan bagi masyarakat yang terdampak dari penataan sarana dan prasarana kota.
Selain di Jagakarsa, terdapat juga rusunawa lain di Jakarta Selatan, yaitu di Pengadegan, yang memiliki luas 6.000 meter persegi. Upaya ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menyediakan hunian yang layak dan terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah di Jakarta.





