Sufmi Dasco Ahmad, Wakil Ketua DPR RI, mengimbau agar Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) segera melaporkan kepada pihak berwenang jika merasa terganggu oleh kehadiran sosok misterius di kantor mereka. Pernyataan ini disampaikan Dasco dalam konferensi pers di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (17/3). “Jika merasa terganggu, sebaiknya laporkan saja kepada penegak hukum,” ujar Dasco.
Peristiwa ini terjadi setelah tiga individu tak dikenal mendatangi kantor KontraS usai mereka menghadiri rapat kerja pembahasan RUU TNI di Hotel Fairmont, Jakarta. Aksi tersebut terekam kamera pengawas, menampilkan dua pria berpakaian hitam dan satu orang lainnya mengenakan kaos krem. Ketiga orang ini mengaku berasal dari media, namun tidak menjelaskan asal atau nama media mereka, serta tujuan kedatangan mereka di tengah malam.
Andrie, Wakil Koordinator Bidang Eksternal KontraS, mengungkapkan bahwa orang-orang tak dikenal tersebut terus membunyikan lonceng di kantor KontraS tanpa tujuan yang jelas. Selain itu, Andrie juga menerima tiga panggilan telepon dari nomor tidak dikenal pada Minggu dini hari. Ia bahkan membagikan tangkapan layar nomor telepon tersebut yang meneleponnya hingga tiga kali.
Andrie menduga bahwa kedatangan tiga orang tak dikenal ke kantor KontraS serta panggilan telepon misterius tersebut merupakan bentuk teror terhadap KontraS. Hal ini terjadi beberapa jam setelah KontraS bersama sekelompok warga “menggeruduk” rapat antara Komisi I DPR RI dan TNI di Hotel Fairmont Jakarta. “Pasca kami bersama koalisi masyarakat sipil mengkritisi proses legislasi Revisi UU TNI,” jelas Andrie.
Menanggapi kejadian ini, Sufmi Dasco Ahmad mengaku tidak mengetahui siapa sosok orang tak dikenal tersebut dan siapa yang mengirim mereka ke kantor KontraS. “Ya, saya belum bisa komentar karena kita juga tidak tahu apakah itu kemudian dari mana,” ujar politisi dari Partai Gerindra itu.
Kejadian ini menambah daftar panjang tantangan yang dihadapi oleh KontraS dalam menjalankan tugasnya. Anjuran dari Wakil Ketua DPR untuk melaporkan insiden ini ke pihak berwenang diharapkan dapat memberikan perlindungan dan keadilan bagi KontraS. Masyarakat dan pihak terkait diimbau untuk tetap waspada dan mendukung upaya penegakan hukum agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.





