Keputusan Open House Idulfitri 1446 H: Menunggu Arahan Presiden Prabowo

Redaksi RuangInfo

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan bahwa pelaksanaan open house Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah di Jakarta masih menunggu keputusan dari Presiden Prabowo Subianto. Pramono menegaskan bahwa dirinya akan menggelar open house jika Presiden Prabowo juga melaksanakan acara serupa di Istana Kepresidenan Jakarta. “Saya akan ada open house kalau bapak presiden juga menyelenggarakan open house,” ungkap Pramono di Balai Kota Jakarta, Selasa (25/3).

Pramono menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan mengikuti kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah pusat. Ia menyebutkan bahwa jika Istana Kepresidenan mengadakan open house pada pukul 10 pagi, maka Pemprov Jakarta akan menyelenggarakannya setelah itu, sekitar pukul 13.00. “Dan waktunya pada hari pertama lebaran, kalau istana biasanya Pukul 10 tentunya kami setelah itu di Pukul 13.00,” tambahnya.

Selain itu, Pramono juga mengungkapkan rencananya untuk melaksanakan ibadah Salat Id di Masjid Fatahillah, yang terletak di kompleks Balai Kota Jakarta. Hal ini menunjukkan komitmen Pemprov DKI Jakarta dalam menjaga tradisi dan memberikan fasilitas bagi masyarakat untuk beribadah dengan khusyuk.

Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2025 yang dirilis oleh Kementerian Agama (Kemenag), Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1446 Hijriah diperkirakan jatuh pada tanggal 31 Maret 2025. Selain itu, Muhammadiyah juga telah menetapkan waktu Idulfitri 2025 melalui Maklumat Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Nomor 1/MLM/I.0/E/2025 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijjah 1446 Hijriah.

Meskipun demikian, penentuan resmi 1 Syawal 1446 H masih harus menunggu hasil sidang isbat yang akan dilakukan oleh Kemenag pada Sabtu, 29 Maret 2025. Sidang isbat ini merupakan proses penting dalam menentukan awal bulan Syawal, yang menandai perayaan Idulfitri bagi umat Islam di Indonesia.

Keputusan mengenai pelaksanaan open house Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah di Jakarta masih bergantung pada arahan dari Presiden Prabowo Subianto. Pemprov DKI Jakarta siap mengikuti kebijakan pemerintah pusat dan memastikan bahwa tradisi open house dapat terlaksana dengan baik. Sementara itu, masyarakat diimbau untuk menunggu hasil sidang isbat Kemenag sebagai penentu resmi awal bulan Syawal. Dengan demikian, diharapkan perayaan Idulfitri tahun ini dapat berjalan dengan lancar dan penuh kebahagiaan.

TAGGED:
Share This Article
Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *