Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan bahwa sebagian wilayah DKI Jakarta akan diguyur hujan ringan pada hari kedua Idulfitri, Selasa (1/4). Hujan ini diprediksi akan turun mulai siang hingga sore hari. Pada pagi hari, wilayah Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan Jakarta Utara diperkirakan akan diselimuti awan tebal.
Menurut BMKG, pada siang hari, hujan ringan akan mengguyur wilayah Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Utara, dan Jakarta Selatan. Sementara itu, Jakarta Pusat diprediksi akan tetap berawan tebal. Pada malam hari, seluruh wilayah Jakarta diperkirakan akan cerah berawan hingga berawan tebal, memberikan suasana yang lebih tenang setelah hujan ringan di siang hari.
Untuk Selasa pagi, suhu di Jakarta diperkirakan berada pada kisaran minimum 24 hingga 26 derajat Celsius. Sementara itu, pada siang hingga malam hari, suhu diprediksi akan meningkat mencapai 26 hingga 28 derajat Celsius. Kondisi ini menunjukkan cuaca yang relatif hangat dan lembab, khas iklim tropis di Jakarta.
Selama libur Lebaran 2025, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan untuk meniadakan aturan ganjil genap di seluruh kawasan DKI Jakarta. Kebijakan ini berlaku mulai 28 Maret hingga 7 April 2025. Keputusan ini diambil untuk memberikan kelonggaran bagi masyarakat yang merayakan Hari Raya Idulfitri dan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1977.
Peniadaan aturan ganjil genap ini didasarkan pada Surat Keputusan Bersama Menteri Agama Nomor 1017 Tahun 2024, Menteri Ketenagakerjaan Nomor 2 Tahun 2024, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2024 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2025. Pernyataan resmi mengenai kebijakan ini juga telah disampaikan oleh Dinas Perhubungan DKI Jakarta melalui media sosial.
Prakiraan cuaca dan kebijakan lalu lintas selama libur Lebaran 2025 di DKI Jakarta menunjukkan upaya pemerintah dalam memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang merayakan hari besar ini. Dengan adanya informasi cuaca dari BMKG, masyarakat diharapkan dapat mempersiapkan diri dengan baik untuk menghadapi kondisi cuaca yang diprediksi. Sementara itu, peniadaan aturan ganjil genap diharapkan dapat mempermudah mobilitas warga selama periode liburan. Kebijakan ini mencerminkan perhatian pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat dalam merayakan hari raya dengan lebih leluasa.





