DEVELOPER SEBUT JALAN BUNGSAN DEPOK SUDAH RUSAK SEBELUM ADA PROYEK PERUMAHAN

Redaksi RuangInfo

PT Mitra Bangun Sepakat menyatakan kondisi Jalan Bungsan di Bedahan, Kota Depok, telah mengalami kerusakan sejak sebelum proyek perumahan mereka berjalan. Pernyataan ini disampaikan menanggapi protes warga RW 03 Kelurahan Bedahan yang mengeluhkan jalan berlubang dan dipenuhi jejak tanah merah yang diduga berasal dari aktivitas proyek tersebut.

Pimpinan Proyek PT Mitra Bangun Sepakat, Susi Yanti Guci, mengatakan bahwa kondisi Jalan Bungsan sebelumnya memang tidak dalam keadaan baik. “Awalnya juga Jalan Bungsan itu tidak baik-baik saja, memang keadaan jalannya itu banyak juga yang rusak. Dan itu kan ada yang baru diaspal sedikit sama LPM (lembaga pemberdayaan masyarakat),” ujar Susi saat dihubungi.

Ia menuturkan, setelah proyek berjalan, pihaknya telah melakukan perbaikan sementara di sejumlah titik terdampak dengan membangun makadam atau pengerasan jalan menggunakan batu pecah yang dipadatkan. Menurut Susi, pengecoran hanya dapat dilakukan pada cabang Jalan Bungsan yang menjadi aset milik pengembang, sementara ruas utama merupakan aset Pemerintah Kota Depok.

“Untuk sementara, kalau (kendaraan) kita masih lewat, kita enggak mungkin cor karena pasti akan rusak lagi,” terang Susi. “Jalan Bungsan itu enggak bisa kita cor karena itu jalan milik pemerintah, jadi enggak bisa serta merta dicor,” tambahnya.

Meski demikian, perusahaan berjanji akan melakukan patching atau penambalan di titik-titik jalan yang terdampak aktivitas truk proyek. Selain itu, tengah dilakukan pengukuran untuk pembangunan turap pada area galian proyek yang berbatasan dengan tanah makam wakaf warga. Pembangunan turap tersebut menjadi salah satu tuntutan warga saat menggelar aksi demonstrasi pada Minggu (22/2/2026).

Susi mengungkapkan, sebelum aksi protes terjadi, pihak developer sebenarnya telah merencanakan sosialisasi pada Senin (23/2/2026) guna membahas rencana pengecoran dan penurapan secara langsung dengan warga. Namun, agenda tersebut batal dilaksanakan setelah terjadi demonstrasi dan enam unit truk milik pengembang ditahan warga.

“Pas Senin tuh mau sosialisasi tapi keburu gaduh, jadi ya kita meeting lagi dengan bos. Insya Allah diusahakan sosialisasi dan eksekusi secepatnya,” jelas Susi.

Sebelumnya, sekitar 50 warga RW 03 Kelurahan Bedahan menggelar aksi dengan menghentikan enam truk pengangkut tanah merah yang dinilai menjadi penyebab kerusakan parah Jalan Bungsan. Aksi tersebut berlangsung pada Minggu (22/2/2026).

TAGGED:
Share This Article
Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *