Demi menyiasati lonjakan pengeluaran menjelang Lebaran 2026, Hanifah (38), seorang ibu rumah tangga di Tangerang, menunjukkan kegigihan luar biasa untuk mendaftarkan kendaraannya dalam program Mudik Motor Gratis (Motis). Ibu asal Kebumen, Jawa Tengah ini rela mendatangi Stasiun Tangerang berkali-kali dalam dua hari terakhir guna memastikan seluruh kelengkapan dokumennya terverifikasi dengan sempurna. Meski harus berhadapan dengan kendala teknis seperti salinan STNK yang kurang jelas pada kedatangan pertama, Hanifah memilih untuk segera kembali ke stasiun daripada kehilangan kuota program yang sangat diminati masyarakat perantau tersebut.
Motivasi utama di balik kerja keras Hanifah adalah penghematan anggaran keluarga yang dinilainya sangat signifikan dibandingkan menggunakan jasa ekspedisi reguler. Dengan mengikuti program gratis dari pemerintah ini, ia mampu memangkas biaya pengiriman kendaraan yang biasanya mencapai lebih dari Rp500.000 untuk rute menuju Jawa Tengah. Bagi Hanifah, selisih dana tersebut sangat berarti karena dapat dialokasikan untuk kebutuhan mendesak lainnya, seperti membeli pakaian baru bagi anak-anak atau menambah bekal uang saku untuk dibagikan kepada sanak saudara di kampung halaman saat hari raya nanti.
Selain faktor finansial, aspek keselamatan sang suami menjadi pertimbangan mendalam bagi Hanifah dalam memilih moda transportasi kereta api untuk pengiriman motornya. Ia merasa keberatan jika suaminya harus memaksakan diri berkendara jarak jauh di tengah kelelahan pasca-bekerja, yang tentu memiliki risiko kecelakaan tinggi di jalur mudik yang padat. Dengan menitipkan motor di gerbong kargo, sang suami dapat beristirahat dengan tenang di gerbong penumpang, sementara kendaraan mereka tetap tersedia untuk keperluan mobilitas silaturahmi setibanya di Kebumen tanpa harus menanggung risiko fisik di jalan raya.
Petugas di Stasiun Tangerang mengonfirmasi bahwa fenomena warga yang datang berulang kali seperti Hanifah merupakan pemandangan lumrah sejak pendaftaran dibuka pada awal Maret. Ketatnya proses verifikasi fisik dan dokumen sengaja diterapkan untuk menjamin standar keselamatan pengangkutan selama perjalanan kereta api berlangsung. Hanifah sendiri memandang kelelahannya bolak-balik ke stasiun sebagai pengorbanan kecil yang sepadan demi mewujudkan perayaan Idul Fitri yang hangat bersama keluarga besar, sekaligus memastikan kondisi keuangan rumah tangganya tetap stabil dan aman dari pembengkakan biaya transportasi.





