Penantian Sewindu Bukhori: Mudik Emosional ke Jawa Tengah Lewat Program Motor Gratis 2026

Redaksi RuangInfo

Setelah hampir tujuh tahun memendam kerinduan akibat kendala biaya dan kesibukan pekerjaan, Bukhori (31), seorang perantau di Jakarta, akhirnya dipastikan dapat merayakan Lebaran 2026 di kampung halamannya, Jawa Tengah. Momen kepulangan kali ini terasa sangat istimewa karena ia membawa serta sang ibu untuk melepas rindu dengan keluarga besar melalui program Mudik Motor Gratis (Motis). Bukhori mendaftarkan kendaraan roda duanya di Stasiun Jakarta Gudang sebagai bagian dari fasilitas yang disediakan oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan. Baginya, kesempatan ini adalah jawaban atas doa panjang untuk bisa kembali merasakan suasana malam takbiran di tanah kelahiran setelah sekian lama tertahan di perantauan.

Keputusan Bukhori untuk memanfaatkan layanan Motis didasari oleh pertimbangan utama mengenai keselamatan dan kenyamanan sang ibu yang kini telah lanjut usia. Ia menyadari bahwa memaksakan perjalanan jarak jauh dari Jakarta menuju Jawa Tengah dengan membonceng orang tua di atas sepeda motor adalah tindakan yang sangat berisiko dan tidak manusiawi. Dengan mengirimkan motornya melalui gerbong kereta api secara cuma-cuma, Bukhori dan ibunya dapat menempuh perjalanan menggunakan kereta penumpang yang jauh lebih aman, teduh, dan minim kelelahan. Langkah ini diambil agar sang ibu tetap dalam kondisi fisik yang prima saat tiba di tujuan, tanpa harus bertaruh nyawa di tengah kepadatan jalur mudik darat.

Antusiasme masyarakat yang luar biasa terhadap program gratis ini sempat membuat Bukhori khawatir akan kehabisan kuota, sehingga ia telah bersiap melakukan registrasi daring sejak hari pertama pendaftaran dibuka. Proses verifikasi berkas di stasiun pun dinilai sangat efisien dan membantu, terutama saat petugas sigap membungkus kendaraan agar tetap aman dari risiko kerusakan selama pengiriman. Bukhori mengaku sangat terbantu secara finansial karena alokasi biaya pengiriman motor yang biasanya mahal kini bisa dialihkan untuk kebutuhan lain di kampung halaman. Layanan ini memberikan ketenangan batin bagi para pemudik yang tetap membutuhkan mobilitas kendaraan pribadi di desa namun enggan menghadapi risiko kecelakaan di jalan raya.

Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api menegaskan bahwa kisah-kisah penuh haru seperti yang dialami Bukhori menjadi motivasi utama pemerintah untuk terus menyediakan transportasi mudik yang terintegrasi dan aman. Tujuan utama dari keberlanjutan program Motis adalah memastikan setiap warga negara dapat pulang ke rumah dengan selamat tanpa kehilangan kemudahan mobilitas di lokasi tujuan. Bagi Bukhori, Lebaran tahun ini bukan sekadar ritual tahunan, melainkan sebuah perjalanan emosional yang menandai berakhirnya masa “puasa” mudik selama hampir sewindu. Dukungan fasilitas dari pemerintah ini membuktikan bahwa keselamatan publik dan kebahagiaan silaturahmi dapat berjalan beriringan melalui tata kelola transportasi yang tepat.

TAGGED:
Share This Article
Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *