Dialog Lintas Generasi di Istana: Mamah Dedeh dan Buya Yahya Beri Masukan Strategis kepada Presiden Prabowo

Redaksi RuangInfo

Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan istimewa dari sejumlah pendakwah kondang tanah air, termasuk Dedeh Rosidah atau Mamah Dedeh serta pengasuh LPD Al-Bahjah, Buya Yahya, di Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis malam, 5 Maret 2026. Pertemuan yang berlangsung hangat ini merupakan kelanjutan dari rangkaian agenda buka puasa bersama tokoh ormas Islam sebelumnya. Kehadiran para pendakwah tersebut dimaksudkan sebagai upaya kepala negara untuk menyerap aspirasi langsung mengenai isu-isu sosial dan keagamaan yang berkembang di tingkat akar rumput. Mengingat basis massa yang besar dan interaksi harian yang intens dengan umat, perspektif dari figur-figur ini dianggap sangat krusial oleh pihak Sekretariat Presiden dalam memetakan persoalan nyata yang dihadapi masyarakat saat ini.

Dalam sesi diskusi yang berlangsung santai, Mamah Dedeh dilaporkan menyampaikan pesan-pesan bernas mengenai penguatan ketahanan keluarga dan perlindungan terhadap kaum ibu di tengah dinamika ekonomi global yang menantang. Gaya bicara khas Mamah Dedeh yang ceplas-ceplos namun sarat makna dikabarkan sempat mencairkan suasana di dalam ruangan, memberikan warna tersendiri dalam dialog formal di lingkungan Istana. Fokus pembicaraannya menekankan bahwa stabilitas nasional bermula dari kesejahteraan dan keharmonisan unit terkecil masyarakat, yaitu keluarga. Presiden tampak menyimak dengan seksama poin-poin mengenai tantangan harian ibu rumah tangga yang seringkali luput dari narasi kebijakan makro pemerintah.

Sementara itu, Buya Yahya memberikan kontribusi pemikiran yang lebih menitikberatkan pada pentingnya pendidikan karakter berbasis agama sebagai benteng moral bangsa. Ia menyoroti kerawanan disintegrasi sosial akibat maraknya informasi hoaks di media sosial yang berpotensi memecah belah persatuan. Buya Yahya mendorong pemerintah untuk terus mengedepankan narasi yang menyejukkan dan edukatif guna menjaga suasana kebatinan masyarakat agar tetap kondusif. Diskusi ini memperlihatkan komitmen Presiden Prabowo dalam merangkul tokoh-tokoh yang memiliki pengaruh moral kuat, tanpa memandang latar belakang organisasi, demi membangun fondasi karakter bangsa yang lebih kokoh di masa depan.

Pertemuan yang diakhiri dengan sesi foto bersama ini memberikan pesan positif mengenai keterbukaan akses Istana bagi para penjaga moralitas bangsa. Usai pertemuan, para pendakwah menyampaikan apresiasi atas kesediaan Presiden untuk duduk bersama dan mendengarkan masukan secara langsung demi kemaslahatan umat. Mereka berharap kolaborasi antara umara (pemimpin) dan ulama dapat terus terjalin secara konsisten agar kebijakan yang diambil pemerintah selalu selaras dengan nilai-nilai luhur dan kebutuhan rakyat. Agenda ini sekaligus menambah deretan langkah strategis Presiden Prabowo dalam merangkul berbagai elemen masyarakat selama bulan Ramadhan 2026, mempertegas citra kepemimpinan yang inklusif dan akomodatif terhadap aspirasi religius-sosial.

TAGGED:
Share This Article
Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *