Laporan Banjir Jakarta Senin Malam: 10 RT Masih Terendam dan Jalan MT Haryono Tergenang Akibat Cuaca Ekstrem

Redaksi RuangInfo

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta merilis data terbaru mengenai situasi genangan di ibu kota pada Senin malam, 9 Maret 2026, pukul 20.00 WIB. Curah hujan tinggi yang berlangsung sejak siang hari mengakibatkan 10 Rukun Tetangga (RT) serta satu ruas jalan protokol masih terendam air dengan ketinggian yang bervariasi. Wilayah Jakarta Barat menjadi titik terdampak paling signifikan dengan enam RT yang tergenang di kawasan Kembangan dan Rawabuaya, di mana luapan Kali Angke serta kerusakan infrastruktur tanggul menjadi pemicu utama. Sementara itu, di Jakarta Timur, tercatat empat RT di wilayah Cawang dan Cililitan turut terendam akibat peningkatan debit air Kali Ciliwung yang melampaui kapasitas drainase lingkungan.

Selain menyasar kawasan pemukiman, genangan setinggi 15 hingga 20 sentimeter juga masih menghambat arus lalu lintas di Jalan MT Haryono, Jakarta Selatan. Titik genangan di jalur protokol ini terpantau berada di sekitar lokasi perbaikan jalan, yang menyebabkan laju kendaraan tersendat dan meningkatkan risiko bagi para pengendara. Meskipun di sebagian besar wilayah Jakarta Selatan air dilaporkan sudah mulai surut, personel gabungan dari TRC BPBD, Dinas SDA, hingga petugas PPSU tetap disiagakan secara penuh di lapangan. Petugas terus berupaya melakukan penyedotan air menggunakan pompa portabel serta memastikan saluran pembuangan tidak terhambat oleh tumpukan sampah guna mempercepat pemulihan akses jalan.

Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai warga yang mengungsi ke posko darurat karena mayoritas memilih bertahan di lantai dua kediaman masing-masing sambil menunggu air benar-benar surut. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mulai mendistribusikan bantuan logistik berupa makanan siap saji dan air bersih ke titik-titik terdampak paling parah sebagai langkah penanganan awal. BPBD menegaskan bahwa meski status tinggi muka air di Pintu Air Katulampa dan Manggarai masih berada dalam batas aman, pengawasan ketat tetap dilakukan secara real-time. Fokus utama otoritas saat ini adalah memastikan keselamatan warga bantaran sungai serta meminimalkan dampak gangguan mobilitas di jalur-jalur utama kota.

BPBD DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, mengingat prakiraan cuaca dari BMKG menunjukkan potensi hujan intensitas sedang hingga lebat masih akan mengguyur ibu kota hingga tengah malam nanti. Warga diharapkan terus memantau perkembangan situasi melalui aplikasi Jakarta Kini (JAKI) atau kanal resmi informasi kebencanaan untuk menghindari rute perjalanan yang masih tergenang. Koordinasi lintas sektor terus diperkuat guna mengantisipasi kemungkinan banjir susulan di tengah kondisi cuaca yang belum stabil pada awal Maret 2026 ini. Kesigapan warga dalam menjaga kebersihan tali-tali air di lingkungan terkecil juga menjadi kunci penting dalam meminimalkan risiko luapan yang lebih luas.

TAGGED:
Share This Article
Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *