Inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan petugas gabungan Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat bersama BBPOM di kawasan Jalan Panjang, Kebon Jeruk, mengungkap fakta mengkhawatirkan pada Kamis sore, 5 Maret 2026. Dalam operasi tersebut, petugas melakukan uji cepat (rapid test) terhadap 45 sampel makanan populer, mulai dari mi glosor, tahu goreng, hingga aneka kue basah yang dijajakan untuk berbuka puasa. Hasil laboratorium berjalan menunjukkan empat sampel positif mengandung bahan kimia berbahaya non-pangan. Temuan ini sangat disayangkan mengingat koridor Jalan Panjang merupakan salah satu destinasi utama perburuan takjil bagi warga Jakarta Barat selama bulan suci Ramadhan, sehingga risiko kesehatan masyarakat menjadi taruhan utama.
Secara spesifik, petugas mendeteksi dua sampel mi glosor yang positif mengandung formalin serta dua sampel tahu putih yang tercemar boraks. Penemuan zat pengawet mayat dan bahan baku detergen ini memicu tindakan tegas di lokasi; pedagang yang bersangkutan langsung diberikan teguran keras sementara barang dagangannya disita untuk segera dimusnahkan. Otoritas menegaskan bahwa penggunaan bahan kimia berbahaya tersebut sangat berisiko memicu gangguan kesehatan serius jika dikonsumsi dalam jangka panjang. Fokus penyelidikan kini diarahkan untuk menelusuri rantai pasok dari hulu, guna mengidentifikasi pasar induk atau pabrik pengolahan yang menjadi sumber distribusi bahan baku beracun tersebut kepada para pedagang eceran.
Langkah pendataan terhadap para pedagang dilakukan secara mendalam sebagai upaya memutus rantai peredaran zat berbahaya di pusat-pusat keramaian. Kepala Sudin KPKP Jakarta Barat menekankan bahwa pengawasan tidak akan berhenti pada pedagang kecil, melainkan akan mengejar para pemasok besar yang bermain di balik layar. Selama masa tunggu berbuka, petugas terus menyisir lapak-lapak di sepanjang jalan protokol tersebut guna memastikan keamanan pangan bagi umat Muslim yang sedang menjalankan ibadah. Tindakan preventif ini dianggap krusial untuk memberikan rasa aman bagi konsumen di tengah maraknya kreativitas pedagang yang terkadang mengabaikan faktor keselamatan demi menekan biaya produksi dan memperpanjang masa simpan makanan.
Petugas juga memberikan edukasi kepada masyarakat agar lebih jeli dalam memilih hidangan takjil dengan mengenali ciri-ciri fisik makanan yang mencurigakan. Beberapa indikator yang patut diwaspadai antara lain tekstur makanan yang terlalu kenyal, warna yang mencolok secara tidak wajar, hingga produk yang tidak dihinggapi lalat meski terpapar di ruang terbuka dalam waktu lama. Warga diimbau untuk tidak hanya tergiur oleh harga murah atau tampilan visual yang menarik, melainkan tetap memprioritaskan kualitas dan keamanan bahan pangan bagi keluarga. Sidak serupa dijadwalkan akan terus digelar secara berkala di berbagai titik strategis di Jakarta Barat sepanjang bulan puasa 2026 guna menjamin kebersihan dan kesehatan asupan masyarakat.





