Anomali Mudik H+3: Terminal Poris Plawad Tangerang Masih Diserbu Penumpang Arus Keberangkatan

Redaksi RuangInfo

Meskipun perayaan Idulfitri telah berlalu, Terminal Poris Plawad di Kota Tangerang terpantau masih menjadi titik keberangkatan yang sibuk bagi para pemudik pada Selasa, 24 Maret 2026. Fenomena arus mudik susulan ini terlihat jelas di area keberangkatan bus Antarkota Antarprovinsi (AKAP), di mana warga masih memadati peron dengan membawa perlengkapan mudik lengkap seperti tas besar, koper, hingga bungkusan buah tangan. Pemandangan pada H+3 Lebaran ini menunjukkan bahwa gelombang kepulangan ke kampung halaman belum sepenuhnya usai, meski puncak arus mudik nasional telah terlewati sepekan sebelumnya. Aktivitas ini memberikan warna tersendiri bagi dinamika transportasi darat di wilayah Tangerang pada pertengahan Maret 2026.

Destinasi populer bagi para pemudik kloter terakhir ini didominasi oleh rute jarak jauh menuju wilayah Jawa Timur dan Bali. Deretan bus dengan papan tujuan Bondowoso, Malang, Madura, Banyuwangi, Jember, hingga Denpasar tampak terisi penuh oleh penumpang yang baru memulai perjalanan mereka. Pilihan waktu keberangkatan yang tidak lazim ini mencerminkan adanya segmen masyarakat yang memiliki fleksibilitas waktu atau keterikatan pekerjaan tertentu, sehingga baru bisa bertolak meninggalkan ibu kota setelah hari kemenangan. Hal ini sekaligus menjaga ritme operasional perusahaan otobus (PO) tetap tinggi di saat jalur mudik lainnya mulai bersiap menghadapi arus balik yang berlawanan arah.

Sejumlah penumpang mengungkapkan bahwa kendala pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan sebelum Lebaran menjadi alasan utama mereka melakukan mudik belakangan. Namun, di balik keterlambatan tersebut, mereka justru menemukan keuntungan tersendiri seperti suasana perjalanan yang jauh lebih santai dan tidak terlalu berdesakan dibandingkan periode puncaknya. Selain itu, aspek ketersediaan tiket bus yang lebih mudah didapat dan harga yang mulai melandai menjadi daya tarik bagi warga untuk memilih skema mudik pasca-Lebaran. Kondisi terminal yang secara umum lebih lengang dibandingkan pekan lalu membuat proses naik-turun penumpang serta alur bus keluar-masuk menjadi jauh lebih lancar tanpa antrean panjang.

Kontras dengan area keberangkatan yang masih berdenyut, area kedatangan di Terminal Poris Plawad justru terpantau cenderung sepi pada Selasa siang tersebut. Arus balik dari berbagai daerah menuju Tangerang diperkirakan belum mencapai intensitas tertingginya, sehingga konsentrasi petugas masih terbagi antara melayani keberangkatan dan memantau persiapan kedatangan bus dari Jawa dan Sumatera. Pihak pengelola terminal tetap bersiaga guna memastikan kenyamanan penumpang yang masih ingin berangkat maupun mereka yang mulai tiba di perantauan. Dinamika di Terminal Poris pada 24 Maret 2026 ini memberikan gambaran bahwa tradisi mudik di Indonesia memiliki spektrum waktu yang luas dan tetap semarak meskipun hari raya telah usai.

TAGGED:
Share This Article
Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *