Dua Aksi Unjuk Rasa Serentak di Jakarta Pusat: Pengendara Diimbau Hindari Jalur Protokol Gatot Subroto

Redaksi RuangInfo

Kawasan Jakarta Pusat diprediksi akan mengalami kepadatan lalu lintas menyusul adanya dua aksi unjuk rasa yang dijadwalkan berlangsung serentak mulai pukul 10.00 WIB, Kamis, 26 Maret 2026. Pihak kepolisian telah mengidentifikasi dua titik utama yang menjadi pusat konsentrasi massa, yakni Gedung Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Gedung DPR/MPR RI yang keduanya terletak di sepanjang jalur protokol Jalan Gatot Subroto. Aksi di depan Gedung BPK dilaporkan akan diikuti oleh kelompok mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Papua (IMAPA) wilayah Jabodetabek. Sementara itu, di area kompleks parlemen Senayan, massa dari Persaudaraan Ummat Islam juga akan menyuarakan aspirasi mereka, sehingga potensi penumpukan massa di satu koridor jalan yang sama menjadi perhatian utama otoritas keamanan.

Guna mengawal jalannya aksi agar tetap kondusif dan tertib, sebanyak 361 personel gabungan dari kepolisian telah disiagakan di titik-titik strategis. Fokus pengamanan tidak hanya tertuju pada perlindungan obyek vital nasional, tetapi juga pada penjagaan alur sirkulasi kendaraan agar mobilitas warga di pertengahan Maret 2026 ini tidak lumpuh total. Personel keamanan akan ditempatkan di sepanjang pagar depan kedua gedung tersebut untuk memastikan massa aksi tidak menutup seluruh badan jalan. Sinergi antar-satuan dilakukan untuk mengantisipasi dinamika di lapangan, termasuk kemungkinan adanya pergerakan massa tambahan yang dapat memicu eskalasi kerumunan di area publik tersebut.

Terkait pengaturan arus lalu lintas, pihak kepolisian menerapkan kebijakan rekayasa yang bersifat situasional. Penutupan jalan atau pengalihan arus ke jalur alternatif baru akan diberlakukan jika jumlah massa di lapangan sudah meluap hingga memadati badan jalan dan secara nyata mengganggu arus kendaraan. Skema ini diambil guna menjaga keseimbangan antara hak warga dalam menyampaikan pendapat dengan kelancaran transportasi umum dan pribadi di ibu kota. Petugas di lapangan akan terus memantau kepadatan arus secara real-time untuk menentukan kapan jalur arteri maupun jalur Transjakarta perlu dialihkan demi menghindari terjadinya penguncian arus lalu lintas di kawasan Senayan dan sekitarnya.

Masyarakat dan para pengguna jalan sangat disarankan untuk mencari jalur alternatif dan sedapat mungkin menghindari kawasan Jalan Gatot Subroto, khususnya ruas jalan mulai dari depan Gedung BPK hingga ke arah DPR/MPR RI. Pengendara yang menuju arah Slipi atau Grogol dari arah Semanggi diimbau untuk menggunakan jalur lain guna menghindari risiko terjebak kemacetan panjang selama aksi berlangsung. Koordinasi dengan layanan navigasi digital juga diperkuat agar informasi mengenai titik kemacetan dapat segera diakses oleh publik. Hingga Kamis siang, petugas tetap bersiaga penuh di lokasi untuk memastikan situasi tetap terkendali hingga seluruh rangkaian penyampaian aspirasi tersebut berakhir dengan damai.

TAGGED:
Share This Article
Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *