Banjir Rob di Muara Angke: Antara Kebiasaan dan Kehidupan Sehari-hari

Redaksi RuangInfo

Di Muara Angke, Jakarta Utara, banjir rob tidak lagi dianggap sebagai bencana oleh sebagian besar warga. Hal ini disebabkan oleh frekuensi kejadian yang hampir setiap bulan melanda wilayah tersebut, khususnya di RW 22. “Di sini mah udah biasa, jadi udah bukan kayak bencana lagi karena udah sering,” ujar Yuyun (43), salah satu warga Muara Angke, saat diwawancarai oleh Kompas.com pada Minggu, 9 November 2025.

Meskipun air rob mulai memasuki permukiman, warga di RW 22 Muara Angke tidak lagi menunjukkan kepanikan. Berdasarkan pengamatan di lokasi, air laut di Muara Angke mulai naik sejak pagi hari, namun baru memasuki perumahan warga sekitar pukul 10.00 WIB setelah acara Nadran yang digelar nelayan selesai. Ketinggian air laut di RW 22 mencapai sekitar 30 hingga 40 sentimeter.

Kendati demikian, aktivitas warga di Muara Angke tetap berjalan seperti biasa. Banyak pedagang kaki lima yang tetap menjajakan dagangannya di tengah banjir rob. Siti (56), seorang pedagang, memilih untuk tetap berdagang meskipun air rob masuk ke dalam warung kopi miliknya. “Tetap dagang aja, soalnya banjirnya juga sebetis aja, ini dari kemarin juga banjir jadi udah biasa lah,” ungkapnya.

Menariknya, banjir rob justru disambut dengan antusias oleh anak-anak di Muara Angke. Sekitar empat orang anak terlihat asyik berenang di air banjir rob tersebut. Beberapa dari mereka juga membawa sepeda untuk bermain di tengah genangan air. Mereka memanfaatkan barang-barang bekas seperti styrofoam sebagai pelampung. “Seru, ayo berenang, berenang,” teriak salah satu anak kepada temannya.

Kini, banjir rob di Muara Angke perlahan surut dengan sendirinya, meskipun belum sepenuhnya. Fenomena ini menunjukkan bagaimana warga Muara Angke telah beradaptasi dengan kondisi lingkungan mereka, menjadikan banjir rob sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Adaptasi ini mencerminkan ketahanan dan semangat komunitas dalam menghadapi tantangan alam yang kerap melanda wilayah pesisir.

TAGGED:
Share This Article
Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *