Ekspresi lega terpancar dari wajah Ikhsan (57) saat mengikuti program penghapusan tato yang diselenggarakan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) DKI Jakarta di Kantor Wali Kota Jakarta Selatan, Kamis (26/2/2026). Tato bergambar kupu-kupu di kaki kanannya yang telah menempel lebih dari 30 tahun kini mulai memudar melalui tindakan laser.
Warga Pesanggrahan itu menceritakan, tato tersebut dibuat tak lama setelah ia menamatkan pendidikan SMA pada akhir dekade 1980-an.
“(Bikin tatonya) pas jaman saya lulus sekolah dulu, tahun 1990-an lah, saya aja lulus SMA tahun 1989,” ungkap Ikhsan saat ditemui di lokasi.
Ia menjelaskan, gambar kupu-kupu tersebut bukan sekadar pilihan pribadi, melainkan simbol solidaritas kelompok pertemanannya pada masa itu.
“Jadi semuanya lambangnya begini semua nih, teman nih dulu nih. Teman sekolah tahun 80-an,” ujarnya.
Seiring perjalanan waktu, terlebih setelah berkeluarga, Ikhsan merasa tato tersebut sudah tidak sesuai dengan kehidupannya kini. Sang istri bahkan telah menyarankan agar ia menghapusnya sejak 2023. Kesempatan itu datang pada 2025 ketika ia memperoleh giliran mengikuti program hapus tato gratis dari Baznas DKI Jakarta.
Pada tahun ini, Ikhsan kembali mengikuti program tersebut karena proses penghilangan tato tidak cukup dilakukan dalam satu kali laser.
“Justru itu saya pikir dulu dengan dilaser ini hilang sekali, ternyata harus berkali-kali. Kurang lebih mungkin bisa 5-6 kali katanya kalau mau benar-benar pudar,” tuturnya.
Peserta lain, Mega (38), memiliki alasan yang hampir sama. Ia mengaku terdorong keluarga untuk menghapus tato yang dibuatnya saat masih sekolah karena mengikuti teman. Dalam kegiatan kali ini, Mega menjalani sesi ketiga untuk menghilangkan dua dari tiga tato kecil di tubuhnya. Ia mengaku sering merasa kurang nyaman karena tato tersebut masih ada, terutama ketika menjalankan ibadah.
“Sekalianlah menghapus kenangan dan dosa-dosanya. Biar bersih lagi,” kata dia saat ditemui terpisah.
Program penghapusan tato gratis ini digelar selama satu hari di Kantor Wali Kota Jakarta Selatan. Selanjutnya, kegiatan serupa akan dilaksanakan di Kantor Wali Kota Jakarta Timur pada Selasa (3/3/2026). Melalui program ini, Baznas DKI Jakarta menyediakan layanan penghapusan tato secara bertahap dengan prosedur medis menggunakan teknologi laser bagi warga yang ingin memperbaiki diri.





