Dinas Pendidikan DKI Jakarta secara resmi mengumumkan perluasan program sekolah swasta gratis dengan menambah jumlah partisipan dari 40 menjadi 103 sekolah. Langkah ini merupakan kelanjutan dari fase percontohan yang telah diinisiasi sejak tahun sebelumnya guna memberikan akses pendidikan yang lebih merata bagi warga ibu kota. Pelaksanaan perluasan kuota ini dijadwalkan mulai berlaku efektif pada Juli 2026, bertepatan dengan dimulainya kalender tahun ajaran baru 2026/2027 di seluruh wilayah Jakarta.
Pihak Dinas Pendidikan menjelaskan bahwa penyesuaian jumlah sekolah ini dilakukan setelah mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk dinamika anggaran dana bagi hasil dari pemerintah pusat. Meskipun awalnya terdapat target partisipasi yang lebih besar, penetapan 103 sekolah ini dinilai sebagai angka yang paling realistis untuk menjaga kualitas keberlanjutan program. Evaluasi terhadap 40 sekolah percontohan yang sudah berjalan menjadi landasan utama dalam mengintegrasikan sekolah-sekolah tambahan agar standar pelayanan pendidikan tetap terjaga.
Cakupan dari program pendidikan cuma-cuma ini didesain secara komprehensif, mulai dari jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas dan Kejuruan (SMA/SMK). Tidak hanya sekolah reguler, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga menyertakan Sekolah Luar Biasa (SLB) dalam daftar tersebut untuk menjamin hak pendidikan bagi peserta didik berkebutuhan khusus. Seluruh biaya operasional pendidikan pada sekolah-sekolah swasta yang telah ditunjuk tersebut akan ditanggung oleh pemerintah daerah sehingga meringankan beban finansial orang tua murid.
Dengan bertambahnya jumlah sekolah yang terlibat, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berharap program ini dapat menjadi solusi bagi keluarga yang membutuhkan dukungan biaya pendidikan di tengah keterbatasan daya tampung sekolah negeri. Kehadiran program ini diharapkan mampu menekan angka putus sekolah dan memastikan setiap anak di Jakarta mendapatkan kesempatan belajar yang setara di sekolah swasta berkualitas. Fokus pemerintah selanjutnya adalah memastikan distribusi sekolah tersebut tersebar secara proporsional di seluruh wilayah administratif Jakarta agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas.





