Langkah PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) untuk memperluas kapasitas angkut di jalur Green Line melalui uji coba rangkaian 12 gerbong (SF12) menemui hambatan teknis pada Senin, 9 Maret 2026. Dalam operasional perdana tersebut, rangkaian kereta panjang ini dilaporkan mengalami penurunan tegangan listrik aliran atas (LAA) di beberapa titik krusial, khususnya pada petak jalan antara Stasiun Parung Panjang hingga Stasiun Tigaraksa. Masalah pasokan daya ini mengakibatkan laju kereta tidak maksimal karena beban kelistrikan untuk menarik 12 gerbong jauh lebih besar dibandingkan rangkaian standar. Akibatnya, jadwal perjalanan KRL lainnya di lintas Tanah Abang-Rangkasbitung sempat terganggu karena kereta uji coba harus melaju perlahan demi menjaga stabilitas sistem kelistrikan di area dengan beban operasional tinggi tersebut.
Penambahan jumlah gerbong dari SF10 menjadi SF12 sejatinya merupakan solusi strategis untuk mengurai kepadatan penumpang yang kian masif di wilayah penyangga seperti Maja dan Rangkasbitung. Namun, audit awal menunjukkan bahwa gardu-gardu listrik yang ada saat ini memerlukan evaluasi mendalam untuk memastikan distribusi daya tetap stabil saat melayani rangkaian yang lebih berat. PT KCI mengakui bahwa beban kelistrikan menjadi faktor penentu keberhasilan transisi ini, sehingga tim teknis bagian prasarana kini tengah dikerahkan untuk memeriksa seluruh gardu di sepanjang jalur tersebut. Selain aspek kelistrikan, operator juga mencatat kendala pada fasilitas peron di beberapa stasiun kecil yang panjangnya belum mencukupi, sehingga pintu gerbong paling ujung belum dapat terbuka dengan sempurna di posisi yang aman bagi penumpang.
Merespons ketidaknyamanan yang terjadi, pihak operator menyampaikan permohonan maaf dan memastikan bahwa audit prasarana akan dilakukan secara paralel dengan perbaikan sistem distribusi LAA. Penumpang setia lintas Rangkasbitung sangat berharap kendala teknis ini segera teratasi agar perjalanan pada jam sibuk tidak lagi diwarnai dengan aksi berdesakan yang ekstrem. Aspirasi pengguna jasa menekankan pentingnya realisasi rangkaian 12 gerbong sebagai standar baru layanan guna meningkatkan kenyamanan transportasi publik menuju ibu kota. Kelancaran uji coba ini menjadi sangat krusial mengingat volume penumpang diprediksi akan terus melonjak seiring dengan pertumbuhan kawasan hunian di sepanjang jalur Green Line pada tahun 2026.
PT KCI mematok target ambisius agar operasional penuh rangkaian 12 gerbong dapat terealisasi sebelum memasuki masa angkutan Lebaran 2026. Fokus utama dalam beberapa minggu ke depan adalah melakukan penguatan kapasitas daya pada gardu listrik serta percepatan perpanjangan peron di stasiun-stasiun yang masih terkendala. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi lonjakan penumpang mudik yang diprediksi akan mencetak rekor baru tahun ini. Dengan infrastruktur yang lebih mumpuni, diharapkan standar keselamatan dan kenyamanan penumpang dapat terpenuhi secara optimal, menjadikan KRL sebagai moda transportasi andalan yang efisien dan andal bagi warga di pinggiran Jakarta.





