Duka mendalam menyelimuti Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang setelah tim SAR gabungan melaporkan penambahan jumlah korban tewas menjadi enam orang pada Senin malam, 9 Maret 2026. Dalam operasi pencarian yang berlangsung hingga pukul 20.00 WIB, petugas berhasil mengevakuasi tiga jenazah tambahan yang ditemukan tertimbun di bawah tumpukan limbah sedalam lima meter di sisi selatan Zona IV. Proses evakuasi berjalan sangat dramatis dan penuh risiko mengingat kondisi gunungan sampah yang masih labil serta tekstur material yang licin akibat campuran plastik dan limbah rumah tangga. Keenam korban jiwa tersebut teridentifikasi sebagai pekerja harian dan pemulung yang tengah mengais rejeki di kaki gunungan saat bencana ambrolnya massa sampah terjadi pada Senin pagi.
Kedalaman timbunan sampah menjadi rintangan paling berat bagi para petugas di lapangan, sehingga penggunaan alat berat harus dilakukan dengan tingkat presisi yang tinggi. Tim Basarnas mengerahkan sensor pendeteksi panas tubuh serta anjing pelacak untuk menyisir area yang dicurigai masih menimbun dua orang lainnya yang dilaporkan hilang oleh pihak keluarga. Jenazah yang telah ditemukan kini telah dipindahkan ke RSUD Kota Bekasi guna menjalani proses identifikasi formal sebelum dipulangkan ke rumah duka. Kondisi di lapangan kian memilukan seiring isolasi area yang dilakukan otoritas, sementara aroma menyengat dan risiko longsor susulan terus membayangi jalannya operasi penyelamatan di tengah kegelapan malam.
Keluarga korban yang bertahan di lokasi kejadian tak kuasa membendung amarah dan kesedihan saat melihat iring-iringan ambulans meninggalkan area TPST. Mereka melontarkan kritik tajam terhadap manajemen pengelola yang dinilai lamban dalam memberikan peringatan dini, padahal status Zona IV sudah lama dinyatakan kritis dan rawan runtuh. Kekecewaan masyarakat mencuat karena operasional tetap dipaksakan berjalan meski risiko keselamatan jiwa sudah berada di depan mata. Pihak keluarga mendesak adanya transparansi dan pertanggungjawaban nyata, bukan sekadar janji santunan, atas hilangnya nyawa para pencari nafkah di tumpukan sampah yang seharusnya sudah dipindahkan sejak lama.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya dan berkomitmen untuk menanggung seluruh biaya pemakaman serta memberikan santunan kematian bagi keluarga terdampak. Fokus utama otoritas saat ini adalah memaksimalkan sisa waktu operasi pencarian korban yang hilang sebelum dihentikan sementara pada tengah malam nanti. Rencananya, pada Selasa pagi, 10 Maret 2026, tambahan ekskavator long arm akan dikerahkan untuk mempercepat pengerukan di titik-titik sulit. Kawasan Zona IV kini telah ditutup total dari seluruh aktivitas manusia guna menjamin keamanan, sementara publik terus mendesak pemerintah untuk segera mengevaluasi total kelayakan TPST Bantargebang demi mencegah tragedi serupa terulang kembali.





