Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta menetapkan target ambisius untuk memulihkan aktivitas pembuangan di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, dalam waktu satu minggu ke depan. Langkah percepatan ini diambil setelah proses evakuasi korban tuntas dan tim teknis mulai melakukan penataan ulang di area terdampak longsor pada Selasa malam, 10 Maret 2026. Otoritas saat ini tengah memfokuskan pengerjaan pada penguatan lereng gunungan sampah di Zona IV guna menjamin keamanan alat berat yang akan beroperasi kembali. Selama masa pemulihan fisik ini, alur truk sampah dari Jakarta mengalami pengalihan rute guna menjaga stabilitas area yang masih rawan, sembari memastikan rantai pengelolaan limbah ibu kota tidak terputus total.
Meskipun operasional ditargetkan segera berjalan, pengelola menegaskan bahwa Zona IV untuk sementara waktu akan ditutup dari aktivitas pembuangan beban baru. Sebagai solusinya, arus truk sampah akan dialihkan ke Zona II dan Zona V yang dinilai masih memiliki kapasitas tampung memadai serta struktur tanah yang lebih stabil. Pengaturan ulang jalur masuk dan titik buang ini dilakukan secara paralel dengan evaluasi geoteknik menyeluruh terhadap seluruh area TPST guna mencegah beban berlebih di titik-titik kritis. Strategi ini diharapkan dapat mengurai antrean panjang truk sampah yang sempat terjadi di beberapa titik di Jakarta akibat perlambatan proses bongkar muat pasca-insiden maut tersebut.
Selain perbaikan infrastruktur, DLH DKI Jakarta juga memperketat prosedur keselamatan bagi seluruh pekerja dan pemulung di lapangan melalui kewajiban penggunaan alat pelindung diri (APD) lengkap. Tragedi longsor yang merenggut korban jiwa ini menjadi alarm keras bagi pemerintah untuk melakukan audit menyeluruh terhadap standar keamanan infrastruktur di seluruh kawasan Bantargebang. Area yang telah ditandai sebagai zona bahaya kini berada dalam pengawasan ketat dan dilarang untuk didekati oleh siapa pun tanpa izin khusus. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen untuk menuntaskan proses santunan bagi keluarga korban serta memberikan pendampingan psikis bagi para pekerja yang terdampak langsung oleh musibah tersebut.
Percepatan normalisasi ini menjadi sangat krusial mengingat volume sampah Jakarta yang mencapai 7.500 hingga 8.000 ton per hari diprediksi akan melonjak signifikan mendekati hari raya Lebaran 2026. Pemerintah memastikan bahwa pengangkutan sampah dari pemukiman warga tetap menjadi prioritas utama agar tidak terjadi penumpukan limbah di jalan-jalan protokol ibu kota. Dengan target operasional normal dalam sepekan, diharapkan sistem pengelolaan sampah terpadu dapat kembali stabil sebelum memasuki puncak arus mudik. Audit infrastruktur yang sedang berlangsung diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi teknis yang permanen, sehingga keamanan jiwa para pekerja di garis depan pengelolaan sampah tetap terlindungi di masa depan.





