Banjir Limpasan Terjang Kawasan Katulampa Bogor: 15 Rumah Terendam dan Akses Jalan Terputus Akibat Drainase Buruk

Redaksi RuangInfo

Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Bogor pada Selasa sore, 10 Maret 2026, memicu banjir limpasan yang merendam pemukiman warga di kawasan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur. Insiden ini mengakibatkan sedikitnya 15 rumah warga terdampak luapan air dengan ketinggian mencapai 60 sentimeter, yang mulai merangsek masuk ke area hunian sekitar pukul 17.30 WIB. Faktor utama penyebab genangan ini diidentifikasi sebagai ketidakmampuan sistem drainase lokal dalam menampung debit air hujan yang ekstrem, ditambah dengan sumbatan material proyek serta sampah yang menghambat aliran irigasi di sekitar Bendung Katulampa. Akibatnya, air meluap dengan cepat ke jalan lingkungan dan area RT 03/RW 04, memaksa warga bergegas menyelamatkan harta benda di tengah guyuran hujan lebat.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor segera mengerahkan personel ke lokasi untuk membantu proses evakuasi dan melakukan penyedotan air di titik-titik terdampak paling parah. Meski tidak ada korban jiwa yang dilaporkan, kerugian materiil berupa kerusakan alat elektronik dan perabotan rumah tangga cukup signifikan dirasakan oleh warga setempat. Selain merendam rumah, aliran air yang deras beserta material lumpur sempat memutus total akses jalan utama di pemukiman tersebut, sehingga banyak pengendara motor terpaksa memutar balik atau menunggu air surut. Petugas di lapangan fokus membersihkan tali-tali air agar genangan segera menyusut dan aktivitas mobilitas warga dapat kembali normal sesegera mungkin pada Selasa malam.

Kondisi Bendung Katulampa sendiri dilaporkan sempat menyentuh status Siaga 3 dengan Tinggi Muka Air (TMA) mencapai 100 sentimeter akibat kiriman air dari kawasan Puncak. Namun, otoritas terkait menegaskan bahwa banjir yang masuk ke rumah warga kali ini murni disebabkan oleh kendala drainase lokal, bukan akibat luapan langsung dari arus Sungai Ciliwung. Meskipun demikian, warga yang tinggal di sepanjang bantaran sungai diminta untuk tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat prakiraan cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi hingga beberapa hari ke depan. Pembersihan saluran air secara swadaya di tingkat lingkungan menjadi imbauan utama guna meminimalkan risiko luapan serupa di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu pada pertengahan Maret ini.

Hingga berita ini diturunkan, kondisi air di beberapa titik dilaporkan sudah mulai berangsur surut seiring berhentinya hujan, dan warga mulai bahu-membahu membersihkan sisa lumpur serta sampah yang terbawa arus. Pemerintah Kota Bogor berkomitmen untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem drainase di kawasan Katulampa yang dikenal sebagai titik rawan genangan saat curah hujan tinggi. Langkah perbaikan infrastruktur pembuangan air menjadi prioritas guna mencegah kerugian berulang bagi masyarakat di wilayah penyangga ibu kota tersebut. Dengan koordinasi lintas sektoral, diharapkan sistem kendali air di kawasan Bogor Timur dapat lebih optimal dalam menghadapi puncak musim hujan pada tahun 2026 ini.

TAGGED:
Share This Article
Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *