Pemerintah Kota Bekasi secara resmi melepas keberangkatan 1.458 warga dalam program Mudik Gratis untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah pada Minggu pagi, 15 Maret 2026. Pelepasan 30 armada bus tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Bekasi di Stadion Patriot Candrabhaga sebagai bentuk perhatian nyata bagi warga ekonomi rendah. Inisiatif ini dirancang agar masyarakat kurang mampu tetap dapat menjalin silaturahmi di kampung halaman tanpa harus terbebani oleh lonjakan harga tiket transportasi umum yang biasanya melambung tinggi menjelang Lebaran. Dengan adanya bantuan transportasi ini, pemerintah berharap beban finansial keluarga dapat dialihkan untuk kebutuhan hari raya lainnya di daerah asal.
Aspek keselamatan menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan mudik tahun ini, di mana seluruh armada bus telah dinyatakan lulus uji kelaikan jalan (ramp check) oleh Dinas Perhubungan. Selain pemeriksaan teknis kendaraan, para pengemudi bus juga diwajibkan menjalani tes kesehatan dan pemeriksaan urine secara ketat sebelum diberangkatkan guna memastikan kondisi fisik yang prima. Rute perjalanan dalam program ini mencakup berbagai kota besar di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur, mulai dari Solo, Yogyakarta, hingga Surabaya. Pengetatan standar keamanan ini dilakukan untuk menjamin seluruh penumpang dapat menempuh perjalanan jarak jauh dengan rasa aman dan nyaman hingga sampai di titik tujuan masing-masing.
Para peserta mudik menyatakan rasa syukur atas kehadiran program ini, terutama bagi mereka yang bekerja di sektor informal seperti pedagang kaki lima yang harus membawa banyak anggota keluarga. Program Mudik Gratis dianggap sebagai solusi konkret untuk menghindari penggunaan sepeda motor dalam perjalanan lintas provinsi yang memiliki risiko kecelakaan jauh lebih tinggi. Dengan mengalihkan pemudik dari kendaraan roda dua ke moda transportasi bus yang terkendali, Pemerintah Kota Bekasi juga berupaya berkontribusi dalam menekan kepadatan lalu lintas serta menurunkan angka fatalitas di jalan raya selama masa puncak arus mudik pada pertengahan Maret 2026 ini.
Dinas Perhubungan Kota Bekasi berkomitmen untuk memantau pergerakan seluruh armada bus secara real-time melalui sistem pelacakan GPS hingga seluruh penumpang tiba di titik penurunan dengan selamat. Wali Kota Bekasi berpesan agar para warga tetap waspada menjaga kesehatan dan keamanan barang bawaan selama di perjalanan. Program ini diharapkan menjadi agenda rutin yang terus berkembang setiap tahunnya sebagai bagian dari pelayanan sosial pemerintah daerah bagi warga rentan. Keberhasilan pemberangkatan gelombang ini diharapkan dapat membawa keberkahan dan kebahagiaan bagi para perantau yang merayakan momen kemenangan bersama keluarga besar di kampung halaman.





