Kepadatan luar biasa terjadi di konter check-in Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Minggu, 15 Maret 2026, yang memicu keluhan massal dari para calon penumpang di media sosial. Unggahan video yang viral memperlihatkan antrean panjang yang diklaim berlangsung hingga berjam-jam, menyebabkan kekhawatiran akan tertinggal jadwal penerbangan. Menanggapi situasi tersebut, PT Angkasa Pura II menjelaskan bahwa penumpukan terjadi akibat adanya gangguan pada sistem integrasi data pusat dan layanan mandiri milik beberapa maskapai penerbangan. Kendala ini dipicu oleh pembaruan perangkat lunak (software update) yang dilakukan secara bersamaan, sehingga menghambat proses digitalisasi dokumen keberangkatan penumpang pada periode puncak keberangkatan siang hingga sore hari.
Akibat malfungsi sistem tersebut, seluruh proses validasi dan penerbitan kartu pas naik (boarding pass) terpaksa dialihkan ke metode manual oleh petugas di lapangan. Prosedur manual yang memakan waktu jauh lebih lama dibandingkan sistem otomatis menjadi faktor utama terjadinya tumpukan calon penumpang di area keberangkatan. Guna mengatasi situasi yang semakin tidak kondusif, pihak pengelola bandara segera melakukan koordinasi intensif dengan maskapai terkait untuk menambah personel pelayanan di garis depan. Langkah darurat diambil dengan membuka konter tambahan serta memberlakukan sistem prioritas bagi penumpang yang jadwal keberangkatannya sudah sangat mepet guna meminimalisir risiko kegagalan terbang.
Hingga Minggu malam pukul 19.00 WIB, stabilitas operasional di Terminal 3 dilaporkan mulai berangsur normal seiring dengan pulihnya konektivitas sistem secara bertahap. PT Angkasa Pura II menyampaikan permohonan maaf secara resmi atas ketidaknyamanan yang dialami para pengguna jasa bandara dan berkomitmen untuk mengevaluasi vendor sistem serta pihak maskapai agar insiden serupa tidak terulang. Fokus utama saat ini adalah memastikan kestabilan perangkat lunak pendukung agar arus mudik dan perjalanan dinas warga tidak terganggu oleh kendala teknis serupa di hari-hari mendatang pada pertengahan Maret 2026 ini.
Masyarakat yang berencana melakukan perjalanan melalui Bandara Soekarno-Hatta diimbau untuk tiba di lokasi lebih awal, setidaknya tiga jam sebelum jadwal keberangkatan, sebagai langkah antisipasi terhadap kendala tak terduga. Selain itu, para calon penumpang sangat disarankan untuk memaksimalkan fitur web check-in melalui aplikasi masing-masing maskapai sebelum tiba di bandara guna mengurangi ketergantungan pada konter fisik. Dengan kewaspadaan mandiri dan peningkatan layanan dari pengelola, diharapkan kualitas pelayanan di gerbang utama transportasi udara Indonesia ini tetap terjaga integritasnya. Pemantauan ketat terhadap seluruh sistem informasi teknologi akan terus dilakukan oleh pihak berwenang hingga masa puncak mobilitas warga berakhir.





