Pihak Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya terus berupaya keras mengungkap identitas dua pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis Kontras, Andrie Yunus. Dalam perkembangan terbaru pada Minggu malam, 15 Maret 2026, kepolisian mengungkapkan bahwa penggunaan plat nomor kendaraan palsu menjadi kendala utama dalam pelacakan motor matik berwarna gelap yang digunakan pelaku. Meskipun petugas telah menganalisis rekaman CCTV dari 12 titik berbeda di sepanjang rute pelarian, data teknis kendaraan tersebut ternyata merujuk pada jenis kendaraan lain yang tidak sesuai. Hal ini memperkuat dugaan bahwa aksi teror tersebut telah direncanakan dengan matang guna memutus jejak identitas para pelaku di lapangan.
Guna mengatasi keterbatasan kualitas visual, tim forensik digital kini dikerahkan untuk melakukan teknik peningkatan citra (image enhancement) pada rekaman video yang buram akibat minimnya pencahayaan di lokasi kejadian. Fokus penyelidikan diarahkan pada identifikasi karakteristik fisik pelaku, di mana eksekutor penyiraman diketahui mengenakan jaket berwarna terang dan helm full face, sementara rekannya bertindak sebagai pengemudi dengan pakaian serba hitam. Polisi berharap detail pakaian atau ciri khusus pada kendaraan dapat terdeteksi melalui proses digital ini untuk mempersempit ruang pencarian tersangka yang diduga sengaja menutupi identitas mereka secara rapat saat melancarkan aksi korosif tersebut.
Hingga pertengahan Maret 2026 ini, penyidik telah memeriksa sedikitnya 10 saksi, termasuk rekan kerja korban di kantor Kontras serta warga yang berada di sekitar tempat kejadian perkara (TKP). Kepolisian juga mulai mengaitkan data dari posko pengaduan masyarakat yang melaporkan adanya kendaraan mencurigakan yang terlihat mengintai area kantor korban beberapa hari sebelum insiden terjadi. Informasi dari warga mengenai motor yang mondar-mandir tersebut kini menjadi petunjuk krusial untuk menentukan apakah para pelaku telah melakukan pemantauan terhadap rutinitas Andrie Yunus sebelum menyerang. Polisi berkomitmen penuh untuk mencari tahu apakah tindakan brutal ini merupakan pesanan dari pihak tertentu atau didasari motif personal lainnya.
Di sisi lain, kondisi Andrie Yunus masih berada dalam pengawasan ketat tim medis RSCM di tengah gelombang dukungan publik yang terus mengalir melalui media sosial. Kepolisian memohon kesabaran masyarakat dan menegaskan bahwa tim di lapangan bekerja tanpa henti untuk memberikan rasa aman bagi warga ibu kota, khususnya para aktivis kemanusiaan. Fokus utama aparat saat ini adalah memastikan setiap kepingan bukti dari forensik digital dan keterangan saksi dapat segera mengarah pada penangkapan aktor di balik serangan ini. Dengan penyelidikan yang kini memasuki fase teknis mendalam, diharapkan kasus yang menyita perhatian nasional ini dapat segera menemui titik terang demi tegaknya keadilan bagi korban.





