Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta secara resmi memulai kajian mendalam terkait usulan perubahan desain jalan di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, guna mengurai kemacetan kronis yang kerap terjadi di titik pertemuan arus menuju terminal dan stasiun MRT. Langkah strategis ini diambil sebagai respons atas keluhan masif dari masyarakat mengenai penumpukan kendaraan yang mencapai puncaknya pada jam sibuk pagi dan sore hari. Dinas Perhubungan bersama Dinas Bina Marga saat ini tengah mengevaluasi kemungkinan modifikasi desain geometrik jalan untuk memperlancar aliran lalu lintas, khususnya di sekitar simpang Lebak Bulus dan akses menuju depo MRT. Fokus utama dari kajian pada pertengahan Maret 2026 ini adalah menghilangkan titik penyempitan (bottleneck) yang selama ini menjadi pemicu utama antrean panjang kendaraan.
Beberapa poin krusial yang masuk dalam skema perubahan desain mencakup pelebaran lajur di area strategis, penataan ulang pintu keluar masuk bagi angkutan umum, hingga sinkronisasi fungsi trotoar agar tetap ramah bagi pejalan kaki tanpa menghambat laju kendaraan. Selain intervensi fisik, Pemprov DKI juga mempertimbangkan penerapan pengaturan durasi lampu lalu lintas yang lebih dinamis berbasis volume kendaraan secara real-time. Otoritas terkait mengakui bahwa kompleksitas permasalahan di Lebak Bulus bersumber dari tingginya aktivitas integrasi antarmoda yang sangat padat. Oleh karena itu, setiap rencana perubahan desain jalan harus dipastikan tidak mengganggu aksesibilitas warga yang mengandalkan transportasi publik sebagai moda transportasi utama mereka.
Pihak pengelola MRT Jakarta turut dilibatkan secara aktif dalam diskusi teknis ini guna menjamin bahwa perubahan tata ruang jalan nantinya tetap mendukung kenyamanan akses penumpang dari dan menuju stasiun. Sinergi lintas instansi ini dinilai vital agar solusi yang dihasilkan bersifat komprehensif dan berkelanjutan bagi ekosistem transportasi di Jakarta Selatan. Para pengguna jalan menaruh harapan besar agar kajian ini segera membuahkan hasil nyata, mengingat kemacetan di area tersebut sering kali melumpuhkan produktivitas dan memperpanjang waktu tempuh secara signifikan. Beberapa pengendara menyarankan agar desain baru nantinya meminimalisir putaran kendaraan yang saling mengunci (gridlock), terutama pada jalur yang menghubungkan arah Pondok Indah dan Ciputat.
Kajian teknis ini ditargetkan rampung dalam beberapa bulan ke depan sebelum memasuki tahapan perencanaan detail dan pelaksanaan fisik di lapangan. Pemprov DKI menegaskan komitmennya untuk terus membenahi titik-titik kemacetan krusial di ibu kota sebagai bagian dari program peningkatan kualitas hidup warga. Hingga Rabu sore, 18 Maret 2026, personel kepolisian dan petugas Dishub tetap disiagakan di lokasi untuk membantu pengaturan arus lalu lintas secara manual guna mencegah stagnasi total. Dengan adanya rencana pembenahan infrastruktur jalan ini, diharapkan kawasan Lebak Bulus dapat bertransformasi menjadi simpul transportasi yang jauh lebih efisien dan nyaman bagi seluruh lapisan masyarakat di masa depan.





