Pengorbanan di Ambang Hari Kemenangan: Tegar Bertolak ke Korea Selatan di Lebaran Pertama Usai Menikah

Redaksi RuangInfo

Perasaan campur aduk menyelimuti Tegar (24), seorang pemuda asal Tangerang yang harus menghadapi kenyataan pahit sekaligus membanggakan tepat sebelum perayaan Idul Fitri 2026. Sebagai pengantin baru yang baru saja melangsungkan pernikahan pada Januari lalu, Tegar terpaksa melewatkan momen Lebaran pertamanya sebagai suami demi meniti karier sebagai pekerja migran di Korea Selatan. Penjadwalan terbang melalui Bandara Soekarno-Hatta pada Rabu malam, 18 Maret 2026, menjadi titik balik krusial setelah penantian selama hampir dua tahun melalui skema kerja sama antar-pemerintah (G-to-G). Meski dilingkupi rasa sedih karena harus berpisah dengan istri di saat puasa hampir berakhir, Tegar memantapkan niatnya untuk berangkat ke sektor manufaktur demi membangun fondasi ekonomi keluarga yang lebih kokoh di masa depan.

Keberangkatan ini merupakan langkah besar bagi Tegar untuk memperbaiki taraf hidup orang-orang tersayangnya, meskipun ia harus merelakan tradisi shalat Id dan makan ketupat bersama keluarga besar tahun ini. Sang istri yang turut mengantar ke terminal keberangkatan tampak berusaha tegar meski sempat tak kuasa menahan air mata saat melepas sang suami. Sebagai pengobat rindu di perantauan, Tegar dibekali dengan rendang kering dan kue nastar buatan ibu agar suasana rumah tetap terasa meski ia berada di asrama Korea nantinya. Pasangan ini telah bersepakat untuk tetap menjalin silaturahmi melalui panggilan video saat hari raya tiba, sebuah komitmen yang memperlihatkan dukungan penuh sang istri terhadap perjuangan suaminya di negeri ginseng.

Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) yang memfasilitasi keberangkatan ini menjelaskan bahwa jadwal penerbangan pekan ini memang menyesuaikan dengan permintaan perusahaan pengguna di negara tujuan. Pihak otoritas memberikan pembekalan akhir bagi puluhan pekerja migran lainnya agar tetap menjaga semangat profesionalisme meski berangkat di momen yang emosional. BP2MI memastikan bahwa seluruh hak dan perlindungan bagi para pekerja seperti Tegar akan tetap terjamin selama masa kontrak tiga tahun ke depan. Keberangkatan di tengah suasana menjelang hari kemenangan ini menjadi bukti nyata dedikasi para pahlawan devisa yang rela mengesampingkan kepentingan pribadi demi kesejahteraan keluarga di tanah air.

Hingga Rabu malam, Tegar bersama rombongan pekerja migran lainnya mulai memasuki area imigrasi Bandara Soekarno-Hatta dengan membawa harapan besar di pundak mereka. Tegar menargetkan hasil kerja kerasnya selama di Korea Selatan kelak dapat diwujudkan dalam bentuk rumah tinggal pribadi serta modal usaha di kampung halaman saat ia kembali nanti. Kisah ini menjadi salah satu sisi lain dari dinamika mobilitas masyarakat menjelang Lebaran 2026, di mana jalur udara tidak hanya dipenuhi oleh pemudik yang pulang, tetapi juga oleh mereka yang pergi demi menjemput impian. Dengan doa dan dukungan keluarga, Tegar meninggalkan tanah air dengan tekad bulat untuk sukses dan membawa perubahan bagi masa depan rumah tangganya.

Share This Article
Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *